Sri Mulyani Waspadai 4 Risiko Ekonomi, dari Varian Delta hingga Inflasi AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada empat risiko ekonomi yang perlu diwaspadai pada Semester II 2021.

    "Walau dengan cerita positif dan baik pada Semester I 2021, namun kami melihat ada risiko yang muncul dan dimulai pada Semester I 2021, khususnya Kuartal II 2021," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu, 21 Juli 2021.

    Risiko itu antara lain adalah munculnya varian delta Covid-19. Ia mengatakan varian virus Corona itu muncul sepanjang Maret hingga Mei 2021 di India dan berdampak kepada situasi ekonomi dan masyarakat di sana.

    "Sekarang varian delta sudah tersebar di lebih dari 130 negara. Dampaknya juga sama, kenaikan jumlah Covid yang melonjak drastis seperti yang dialami di Indonesia," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

    Lonjakan penularan varian delta juga terjadi di negara-negara dengan jumlah vaksinasi tinggi seperi Amerika Serikat dan Inggris, maupun negara kecil seperti Malaysia, Israel, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

    Risiko kedua adalah vaksinasi yang tidak merata antar negara, maupun di dalam satu negara. Hal tersebut terjadi lantaran berbagai faktor, antara lain karena akses vaksin maupun masyarakat yang belum mau divaksin.

    "Jadi akses vaksinasi dan kemampuan penetrasi vaksinasi menyebabkan risiko karena Covid-19 ini selama dia belum bisa dikelola atau ditangani, dia akan tetap terus melakukan penularan dan bahkan bermutasi menjadi jenis-jenis yang bisa sangat berubah," kata dia.

    Risiko ketiga adalah kenaikan inflasi di Amerika Serikat. Sri Mulyani mengatakan saat ini sudah dua bulan berturut-turut laju inflasi di negeri Abang Sam naik di atas 5 persen, atau jauh di atas target inflasi 2 persen.

    Kenaikan inflasi itu, tutur dia, memukul daya beli masyarakat AS, terutama kelas menengah bawah. Situasi ini lah yang kemudian mengancam pemulihan ekonomi di Amerika.

    Risiko lain yang diwaspadai adalah respon Bank Sentral AS terhadap kenaikan inflasi tersebut. The Fed bisa mengambil kebijakan moneter seperti kenaikan suku bunga atau mengurangi pembelian aset-aset atau surat berharga di perekonomian mereka.

    Baca Juga: Deretan Bansos Dibagikan usai Jokowi Perpanjang PPKM Darurat, Simak Rinciannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.