Baznas Sebut Pembelian Hewan Kurban Tahun Ini Naik 150 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja merawat sapi untuk kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, Senin, 19 Juli 2021. Pihak pengelola menargetkan pemotongan hingga 1.000 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pekerja merawat sapi untuk kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, Senin, 19 Juli 2021. Pihak pengelola menargetkan pemotongan hingga 1.000 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, JakartaTransaksi pembelian hewan kurban di tahun ini diprediksi meningkat hingga 150 persen. Walaupun kondisi ekonomi Indonesia belum stabil, Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) menuturkan minat masyarakat terhadap ibadah kurban justru meningkat.  

    “Hingga Senin [19 Juli 2021] sore, kami mencatat terjadi peningkatan sebesar 146 persen terhadap pembelian hewan kurban. Kami memperkirakan bisa sampai 150 persen pada hari ini,” ujar Direktur Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta, Selasa 20 Juli 2021.

    Dia menuturkan ibadah kurban terus meningkat lantaran masyarakat merasa terbantu dengan layanan kurban daring sehingga memilih ragam opsi untuk tempat berkurban di berbagai platform. Menurutnya, skema kurban daring menjadi praktik ibadah yang efektif untuk dilakukan sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    “Pada tahun ini Baznas mengusung tema Online Baznas yang dimaksudkan agar ibadah kurban dapat dilaksanakan pada era pandemi ini dengan baik,” katanya.

    Dia mengatakan BAZNAS pada tahun ini kembali melayani ibadah kurban secara daring yang diselenggarakan mulai dari persiapan, pemilihan, pengadaan, pemotongan, pendistribusian, hingga pelaporan, dan tetap sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Selain itu, Arifin meyakini peningkatan yang signifikan pada tahun ini turut dilandasi sifat masyarakat Indonesia yang terbiasa untuk saling berbagi.

    “Ini membuktikan juga bahwa data World Giving Index masyarakat Indonesia adalah yang paling dermawan secara global itu benar adanya. Karena pandemi, berkurban jadi ajang untuk saling membantu sesama,” ujarnya.

    Berdasarkan Laporan Indeks Kedermawanan Dunia (World Giving Index/WGI) 2021, Indonesia mendapatkan nilai 69 persen. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan di 2018 ketika Indonesia juga dinobatkan sebagai negara paling dermawan dengan  angka 59 persen. The World Giving Index (WGI) adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh Charities Aid Foundation (CAF).

    Adapun, laporan tersebut menemukan 8 dari 10 orang Indonesia berdonasi tahun ini. Selain itu, tingkat kesukarelawanan di Indonesia terbilang lebih tinggi dari negara-negara lain, yakni tiga kali lipat dari rata-rata global.

    BACA: Sandiaga Uno Bagikan 1.000 Hewan Kurban, Atta Halilintar Ikut Menyaksikan

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.