Aturan Menyeberang Ketapang-Gilimanuk Diperketat Selama Idul Adha

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi memeriksa calon penumpang yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 1 April 2021. Polisi meningkatkan pengamanan di jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk untuk mengantisipasi ancaman teror pasca insiden serangan yang diduga teroris di Mabes Polri. ANTARA/Budi Candra Setya

    Anggota polisi memeriksa calon penumpang yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 1 April 2021. Polisi meningkatkan pengamanan di jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk untuk mengantisipasi ancaman teror pasca insiden serangan yang diduga teroris di Mabes Polri. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah memperketat aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk selama libur Idul Adha 1442 Hijriah hingga 25 Juli 2021. Ketentuan pengetatan perjalanan diatur dalam  Surat Edaran Nomor SE 51 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43 Tahun 2021.

    “Kami berharap masyarakat menunda perjalanan pada libur Idul Adha ini. Kalau pun ada kebutuhan yang mendesak untuk melakukan perjalanan, mohon agar tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi aturan syarat perjalanan yang ditetapkan,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin dalam keterangan yang dikutip pada Selasa, 20 Juli 2021.

    Adapun masyarakat yang diizinkan menyeberang dari Pulau Jawa dan Bali adalah mereka yang termasuk golongan pekerja sektor esensial dan kritikal.  Di luar kelompok itu, masyarakat boleh melakukan perjalanan asal memiliki keperluan mendesak.

    Kelompok yang termasuk dalam kategori mendesak adalah pasien sakit keras, ibu hamil didampingi satu orang keluarga, orang dengan kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non-Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang. Masyarakat yang memenuhi kategori tersebut wajib mengantongi dokumen syarat perjalanan.

    Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali, masyarakat wajib menunjukkan kartu vaksin, hasil negatif RT PCR dengan batas waktu 2x24 jam atau tes rapid Antigen yang berlaku 1x24 jam. Syarat lainnya adalah surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan perjalanan lainnya yang telah ditandatangani secara elektronik atau dicap basah.

    Selain di Ketapang-Gilimanuk, aturan yang sama diterapkan di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni. Setelah dokumen syarat tersebut dipenuhi,  masyarakat yang akan  menyeberang wajib membeli tiket kapal feri secara daring melalui aplikasi Ferizy.

    Selama 14 hingga 20 Juni 2021, operasional Pelabuhan Ketapang –Gilimanuk mengalami perubahan. Khusus penumpang pejalan kak, baik dewasa, anak, dan bayi serta kendaraan angkutan  penumpang golongan I,II,III,IVA, VA, dan VIA, operasional penyeberangan hanya dilayani pada pukul O6.00-19.00 WIB dari Pelabuhan Ketapang dan pukul 07.00-20.00 WITA dari Pelabuhan Gilimanuk.

    Baca Juga: Aturan Baru Kemenhub di Lintas Ketapang-Gilimanuk Berlaku Mulai Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.