Libur Idul Adha, Simak Syarat Lengkap Berpergian dengan Kereta Api

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Anda yang hendak berpergian dengan menggunakan kereta api pada hari ini yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha, ada sejumlah ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Hal ini merujuk pada surat edaran khusus yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

    Kebijakan tersebut tertuang dalam SE No.54/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan No.42/2021. Surat itu mengatur tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, menyebutkan, bahwa dalam SE tersebut, perjalanan kereta api selama masa libur Hari Raya Idul Adha atau tanggal 18 – 25 Juli 2021 dibatasi. Dalam beleid itu, hanya pelaku perjalanan dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal, serta pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak, yang diperbolehkan menggunakan kereta api.

    Sementara untuk pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi dua orang, dan pengantar jenazah nonCovid-19 dengan maksimal 5 orang, harus dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan dalam SE tersebut.

    Zulfikri menjelaskan, selama periode pembatasan, untuk penumpang kereta baik Jawa dan Sumatera yang masuk dalam kategori tersebut harus menyertakan hasil negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2x24 jam. Selain hasil PCR, hasil antigen negatif juga dapat menjadi syarat perjalanan asalkan sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam.

    "Untuk perjalanan kereta api di Pulau Jawa, persyaratan ditambah dengan menunjukkan kartu vaksinasi," ujar Zulfikri melalui siaran pers, Selasa, 20 Juli 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.