Laporan Keuangan Garuda: Besaran Gaji Komisaris Turun, tapi Direksi Naik?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, JakartaGaruda Indonesia telah menyampaikan laporan keuangan selama 2020 melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Laporan tersebut diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan.

    Berdasarkan audit laporan keuangan 2020, Garuda memperoleh opini disclaimer atau tidak memberikan pendapat. Sepanjang tahun lalu, Garuda mencatatkan rugi sebesar US$ 2,4 miliar atau Rp  Rp 35,98 triliun (kurs Rp 14.567).

    Pendapatan usaha Garuda Indonesia tercatat turun jauh dari 2019 yang sebesar US$ 4,57 miliar menjadi US$ 1,49 miliar. Di saat yang sama, beban usaha perseroan juga turun dari US$ 4,45 miliar menjadi US$ 3,3 miliar.

    Sedangkan total aset tidak lancar Garuda tercatat US$ 10,25 miliar atau naik dari 31 Desember sebesar US$ 3,32 miliar. Total aset lancar perusahaan senilai US$ 536,5 juta turun dari 2019 sebesar US$ 1,13 miliar. Total aset keseluruhan per 31 Desember 2021 ialah US$ 10,7 miliar naik dari 2019 sebesar US$ 4,45 miliar.

    Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan kinerja perusahaan anjlok, Garuda menanggung utang sebesar US$ 12,73 miliar atau naik tajam dari 2019 sebesar US$ 3,87 miliar. Utang ini terdiri atas utang jangka pendek per sebesar US$ 4,29 miliar, naik dari 2019 sebesar US$ 3,39 miliar, dan utang jangka panjang US$ 8,4 miliar atau naik dari 2019 yang sebesar US$ 477,2 juta.

    Dalam kondisi keuangan yang menurun, Garuda menekan beban operasional penerbangan pada 2020 sebanyak 35,13 persen. Beban operasional Garuda per 31 Desember menjadi US$ 1,6 miliar atau turun dari 2019 yang senilai US$ 2,5 miliar. Melalui penurunan beban operasi itu, Garuda Indonesia melakukan penghematan beban biaya hingga US$ 15 juta per bulan.

    Bila dilihat dari struktur keuangannya, penghematan operasional salah satunya terlihat dari besaran gaji yang diberikan untuk komisaris. Gaji komisaris perseroan per 31 Desember 2020 adalah sebesar US$ 745.030. Angka itu turun dari 31 Desember 2019 sebanyak US$ 944.191. Jumlah komisaris Garuda per Desember 2020 adalah lima orang yang terdiri atas komisaris utama, wakil komisaris utama, dua komisaris independen, dan satu komisaris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.