Luhut Minta Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan: 60 Persen Saja Sudah Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan untuk menurunkan laju penularan Covid-19. Luhut mengatakan dukungan masyarakat adalah kunci penanganan pandemi di tengah merebaknya varian virus corona delta.

    “Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa,“ ujar Luhut dalam keterangannya, Selasa, 20 Juli 2021.

    Ia membuat forum diskusi virtual untuk mengajak relawan Covid-19, tokoh publik, dan pihak lainnya memberikan masukan serta saran untuk menangani pandemi Covid-19. Dalam mengambil kebijakan, termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dia mengklaim pemerintah melibatkan masyarakat, akademikus, dan stakeholder yang ahli di bidangnya masing-masing.

    Dia berjanji pemerintah akan berupaya menanggulangi wabah, namun harus dengan bantuan masyarakat untuk tetap taat terhadap protokol kesehatan. “Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM (Universitas Gadjah Mada), dan lainnya,“ kata dia.

    Untuk penanganan pandemi di sisi hulu, ia berujar, pemerintah akan memenuhi kebutuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan, tempat tidur, serta vaksin. Luhut mengklaim kebutuhan oksigen hingga vaksin masih dapat dikendalikan.

    “Di tengah ini (pandemi) relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta saja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU,“ kata dia.

    Namun untuk obat , Luhut mengakui dalam sebulan ini pemenuhan stoknya terkendala. Musababnya, PT Bio Farma (Persero) sebagai produsen hanya mampu  memproduksi 22 juta dosis. "Mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan,“ kata Luhut.

    Baca Juga: PLN Pasok 12 Ton Oksigen untuk 5 Rumah Sakit di Jawa Tengah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.