Pabrik di 5 Daerah Disebut Jadi Klaster Covid-19, Buruh Layangkan 7 Tuntutan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien berada di teras gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua, Jumat, 16 Juli 2021. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jayapura dr Silwanus Sumule mengaku kapasitas ruangan di rumah sakit sudah terisi penuh. ANTARA/Indrayadi TH

    Sejumlah pasien berada di teras gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua, Jumat, 16 Juli 2021. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jayapura dr Silwanus Sumule mengaku kapasitas ruangan di rumah sakit sudah terisi penuh. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi serikat pekerja sektor tekstil, garmen, sepatu, dan kulit (TGSL) mencatat pabrik telah menjadi klaster penyebaran Covid-19 yang paling agresif. Data serikat pekerja mencatat, dalam dua pekan, ribuan buruh di lima daerah telah terkonfirmasi positif tertular virus corona.

    Daerah yang disoroti menjadi klaster penyebaran Covid-19 untuk lingkungan tempat kerja itu mencakup Cakung, Tangerang, Subang, Sukabumi, dan Solo. Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Dian Septi Trisnanti mengatakan klaster pabrik menyebabkan rentetan penyebaran virus lainnya, termasuk di kawasan hunian.

    “Sebagian besar anggota kami tinggal di wilayah perumahan padat sehingga menyebabkan penghuni perumahan juga terpapar. Klaster pabrik menyebabkan klaster hunian,” ujar Dian dalam konferensi pers, Senin, 19 Juli 2021.

    Klaster pabrik terjadi akibat pelanggaran protokol kesehatan oleh pengusaha yang berlangsung terus tanpa sanksi. Sejumlah pabrik disebut-sebut tak mengatur shift atau jam kerja pekerja sehingga kapasitas karyawan masuk ke kantor masih 100 persen.

    Adapun klaster Covid-19 di pabrik menyebabkan buruh menghadapi beban ganda karena ketidakmampuan mereka memenuhi fasilitas kesehatan secara mandiri. Musababnya, perusahaan acap tidak memberikan jaminan fasilitas kesehatan, seperti masker dan alat perlindungan diri lainnya.

    Dian mengatakan kesehatan fisik dan mental serta kondisi perekonomian buruh sudah berada di titik terendah. Melihat kondisi ini, buruh pun melayangkan tujuh tuntutan kepada pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.