Sebab Kemenhub Tak Beri Sanksi Pesawat yang Angkut Penumpang dengan PCR Palsu

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menanggapi ditemukannya salah satu penumpang maskapai berinisial DW yang diduga memalsukan hasil tes usap PCR. Penumpang itu melakukan perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Ternate.

    Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan Kementerian tidak memberikan sanksi kepada operator maskapai. Sanksi akan diberikan oleh pemerintah daerah sesuai aturan yang berlaku.

    “Sanksi kepada operator itu bukan dari Kemenhub, tapi dari pemda setempat,” ujar Adita saat dihubungi pada Senin, 19 Juli 2021.

    Adapun Kemenhub baru akan menjatuhkan sanksi kepada operator bila ada kewajiban maskapai yang tidak dilakukan ihwal ketentuan protokol kesehatan. Misalnya, kata Adita, maskapai  menimbulkan penumpukan penumpang serta operator tidak memenuhi ketentuan kapasitas maksimal.

    Dalam kasus lolosnya penumpang dengan dokumen hasil tes swab PCR palsu, Adita mengatakan pihak yang melakukan validasi dokumen adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP. Sementara itu, maskapai hanya memastikan identitas penumpang sama dengan informasi yang tertera di tiket penerbangan dan dokumen kesehatan.  

    “Operator bandara di gate keberangkatan memastikan identitas yang bersangkutan sama dengan yang  tertera di tiket dan dokumen kesehatan sudah divalidasi KKP,” ujar Adita. Dokumen kesehatan, kata Adita, bukan tanggung jawab maskapai.

    Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Ternate sebelumnya melaporkan penumpang pesawat Citilink berinisial DW memalsukan dokumen hasil tes usap PCR. Penumpang tersebut berhasil lolos dari pemeriksaan petugas di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menggunakan data diri istrinya dan memakai pakaian cadar. Hasil tes PCR milik istri-nya hasil negatif.

    Kepala Operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Ternate Muhammad Arif Gani menuturkan DW merupakan warga Kota Ternate. Arif menceritakan kronologi sebelum DW dijemput satgas. Saat tiba di Bandara Baabullah Ternate, pramugari mendapati DW membuka cadar dan mengganti pakaian kemeja di dalam toilet pesawat.

    Pramugari, kata dia, segera menghubungi otoritas Bandara Sultan Baabullah Ternate, untuk melakukan penahanan karena alasannya mencurigakan. Para petugas kesehatan di bandara langsung melakukan tes usap antigen dan hasilnya positif Covid-19.

    Petugas bandara pun langsung menghubungi tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ternate untuk melakukan evakuasi. Kemudian penumpang dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah untuk melakukan isolasi mandiri.

    Adapun maskapai Citilink belum memberikan keterangan resminya ihwal peristiwa ini. Sedangkan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan masih akan melakukan pengecekan. “Saya cek,” ujar Irfan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA

    Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Penumpang Pesawat Positif Covid, Aturan Baru Perjalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.