Mensos Risma Sebut Ada Kendala Penyaluran Bansos Covid-19, Inilah Detilnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini

    Menteri Sosial Tri Rismaharini

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan ada kendala dalam penyaluran bantuan sosial atau bansos pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

    Dia mengatakan ada warga yang melapor kepadanya belum menerima bansos Covid-19.

    "Kami sampaikan untuk PKH, BNPT dan BST itu sudah mulai disalurkan sejak awal bulan Juli. Tetapi memang masih belum selesai karena ada kendala dan kemarin sempat ditahan," kata Risma dalam konferensi pers pada Sabtu, 17 Juli 2021.

    Risma menjelaskan ada 3 jenis bansos, yang terdiri Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

    Penyaluran bantuan PKH dan BPNT atau Kartu Sembako dilakukan secara nontunai melalui jaringan Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN.

    Adapun BST adalah bansos khusus yang disalurkan melalui jaringan kantor PT Pos Indonesia.

    Menurut Risma, kendala penyaluran bansos Covid-19 terjadi karena ada warga yang pindah tempat tinggal tanpa memberitahu kepada ketua RT setempat. Ada juga warga yang sudah menerima bansos tapi ingin meminta bansis lagi.

    “Semua ada aturannya dan itu semua usulannya adalah dari daerah di awal."

    Mensos Risma mengatakan Kemensos harus menelusuri lebih lanjut tentang data penyebab seseorang tidak menerima bansos Covid-19.

    Mensos juga memastikan terus memperkuat validitas dan akurasi data kemiskinan untuk meningkatkan akurasi target penyaluran bansos pandemi Covid-19. Risma memimpin langsung pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) secara berkala.

    BacaJokowi Instruksikan Seluruh Bansos Disalurkan Pekan Ini 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.