IHSG Menguat di Sesi I, Samuel Sekuritas: Sektor Sawit, Nikel Bergerak Positif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG menguat tipis di sesi pertama perdagangan hari ini dan menutup sesi di level 6.060. Angka ini 0,22 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin, yang di level 6.046.

    Sebanyak 252 saham menguat, 228 melemah, dan 155 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,8 triliun. Di pasar reguler, tercatat beli bersih asing sebesar Rp 280 miliar, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 456,2 miliar.

    Samuel Sekuritas Indonesia melihat emiten yang bergerak positif antara lain perusahaan sektor sawit. Sektor sawit mendapat sentimen positif dari lonjakan harga sawit hingga lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan kemarin.

    "Yang kemungkinan didorong oleh kekhawatiran akan adanya gangguan produksi akibat penerapan PPKM dan lockdown di dua negara produsen sawit terbesar dunia, Indonesia dan Malaysia," dinukil dari analisis Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 16 Juli 2021.

    Sejumlah emiten sawit yang mencatatkan pergerakan positif di sesi pertama, antara lain AALI yang naik 3,6 persen, LSIP yang naik 2,3 persen, SSMS yang naik 0,6 persen, dan BWPT yang naik 1,1 persen.

    Tidak hanya sawit, sejumlah saham komoditas lain seperti nikel dan batubara juga menunjukkan gerakan yang cukup positif seiring dengan naiknya harga kedua komoditas tersebut. Emiten yang bergerak positif misalnya ANTM yang naik 1,1 persen, INCO yang naik 3,8 persen, INDY yang naik 2,3 persen, dan ITMG yang naik 1,6 persen.

    Saham yang mengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini adalah Pratama Abadi Nusa Industri Tbk alias PANI yang naik 34,7 persen ke Rp 186 per saham, Radana Bhaskara Finance Tbk alias HDFA yang naik 22,8 persen ke Rp 210 per saham, Temas Tbk alias TMAS yang naik 15 persen ke Rp 322 per saham, Multistrada Arah Sarana Tbk alias MASA yang naik 13,1 persen ke Rp 1.900 per saham, serta Argo Pantes Tbk ARGO yang naik 10,7 persen ke Rp 1.750 per saham.

    Adapun lima besar top loser sesi pertama hari ini Djasa Ubersakti Tbk alias PTDU yang turun 7 persen ke Rp 1.860 per saham, NFC Indonesia Tbk alias NFCX yang turun 6,9 persen ke Rp 7.025 per saham, Bank Amar Indonesia alias AMAR yang turun 6,8 persen ke Rp 274 per saham, Asuransi Maximus Graha Persada Tbk alias ASMI yang turun 6,7 persen ke Rp 414 per saham, serta Akbar Indo Makmur Stimec Tbk alias AIMS yang turun 6,7 persen ke Rp 444 per saham.

    Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.010-6.090, Cenderung Naik di Awal Sesi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.