Per Maret 2021, BPS: Jumlah Penduduk Miskin Naik jadi 27,54 Juta

Suasana pemukiman warga di bantaran kali di Kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 7 Juni 2021. Pendataan fakir miskin dan orang tidak mampu itu dilakukan secara online lewat sistem Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial DKI mulai Senin, 7 Juni 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono melaporkan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang. Bila dibandingkan dengan Maret tahun 2020, jumlah penduduk miskin itu naik. "Naik 1,12 juta orang,” katanya dalam konferensi pers, Kamis, 15 Juli 2021.

Namun, ketimbang September 2020, jumlah penduduk miskin itu turun tipis 0,01 juta orang. Berdasarkan persentasenya, penduduk miskin pada bulan Maret 2021 tercatat sebesar 10,14 persen atau turun 0,05 persen bila dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar 10,19 persen.

Margo menjelaskan, penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sejalan dengan perekonomian domestik yang membaik. Hal ini  tercermin dari kontraksi ekonomi yang mengecil pada kuartal I pada 2021 sebesar minus 0,74 persen.

Seiring dengan hal itu, beberapa indikator yang mempengaruhi adalah penurunan angka pengangguran, dari 7,07 persen pada Agustus 2020 menjadi 6,26 persen pada Februari 2021.

BPS juga mencatat jumlah penduduk yang bekerja meningkat pada periode tersebut dikarenakan mobilitas masyarakat yang membaik. Hal ini terjadi walau terdapat 15,72 persen pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja.

Lebih jauh Margo menjelaskan, tingkat penduduk miskin pada Maret 2021 di perkotaan naik sebesar 0,01 persen, sementara di pedesaan turun 0,10 persen. “Terlihat penurunan di tingkat pedesaan lebih bagus, ini menunjukkan berbagai program desa dan dana desa berdampak baik pada penurunan kemiskinan di desa,” ucapnya.

SYAHARANI PUTRI | BISNIS

Baca: Deflasi Juni 0,16 Persen, BPS: Harga Cabai dan Daging Ayam Turun






Anggota DPR: Batas Garis Kemiskinan Perlu Ditinjau Ulang

5 menit lalu

Anggota DPR: Batas Garis Kemiskinan Perlu Ditinjau Ulang

Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$ 1,9 menjadi US$ 2,15 per-kapita per-hari.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

1 jam lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.


BPS Catat Kunjungan Turis hingga Agustus 2022 Naik 2.000 Persen Lebih

1 jam lalu

BPS Catat Kunjungan Turis hingga Agustus 2022 Naik 2.000 Persen Lebih

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 1,73 juta orang.


BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

1 jam lalu

BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan bahwa bensin menjadi pemicu inflasi hingga mencapai 5,95 persen.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

2 jam lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

3 jam lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

3 jam lalu

BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

BPS mengumumkan tingkat inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen. Dengan begitu, inflasi tahunan kini mencapai 5,95 persen.


CORE: Garis Kemiskinan Perlu Dikoreksi untuk Mencerminkan Kondisi Riil Kalangan Bawah

18 jam lalu

CORE: Garis Kemiskinan Perlu Dikoreksi untuk Mencerminkan Kondisi Riil Kalangan Bawah

Faisal menjelaskan, yang menjadi basis perhitungan garis kemiskinan dari Bank Dunia adalah purchasing power parity.


Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

18 jam lalu

Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

Ada tiga cara yang dapat anda amati dalam menganalisis angka kemiskinan di Indonesia. Yakni dari tingkat kemiskinan, kedalaman kemiskinan, dan keparahan kemiskinan.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

20 jam lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.