Kunjungi Amerika Serikat, Menteri Perdagangan Bahas Investasi hingga Vaksin

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Rapat tersebut terkait pembicaraan tingkat I terhadap RUU tentang persetujuan Kemitraan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Negara-negara EFTA. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Rapat tersebut terkait pembicaraan tingkat I terhadap RUU tentang persetujuan Kemitraan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Negara-negara EFTA. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat.

    Peningkatan investasi di berbagai sektor dan kebutuhan vaksin nasional menjadi pembahasan serius selama kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

    “Kunjungan kerja ke Amerika Serikat ini merupakan langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi," kata Muhammad Luthfi dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Rabu, 14 Juli 2021.

    Kunjungan kerja itu dilakukan bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia selama sembilan hari terhitung sejak 9-18 Juli 2021.

    Amerika Serikat, kata Lutfi, merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dengan total perdagangan kedua negara mencapai US$ 27,2 miliar pada 2020.

    Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sebesar US$ 18,62 miliar. Sedangkan impor Indonesia dari Amerika Serikat sebesar US$ 8,58 miliar.

    Neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat mengalami surplus sebesar US$ 10,04 miliar sepanjang 2020.

    Kegiatan hari pertama, Minggu (11/7), mereka langsung mengadakan pertemuan dengan pejabat perwakilan Indonesia di negara tersebut.

    Pertemuan itu membahas peran ekonomi digital terhadap perekonomian nasional dan potensi sektor ekonomi digital di Indonesia.

    Luthfi juga mendorong para pejabat perwakilan Indonesia di Amerika Serikat untuk menggali potensi ekonomi digital Tanah Air di negara tersebut.

    "Kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi digital telah berkembang sangat pesat," kata Lutfi.

    Dia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berpotensi meningkat hingga delapan kali lipat pada 2030.

    Pada hari berikutnya, Senin (12/7), kedua menteri itu bersama CEO Indonesia Investment Authority Ridha Wirakusumah mengadakan pertemuan dengan COO US International Development Finance Corporation David Marchick.

    Mereka membahas sovereign wealth fund dan potensi peningkatan investasi di berbagai sektor di Indonesia, antara lain sektor teknologi; gender dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta perubahan iklim dan vaksin COVID-19.

    Selanjutnya, Menteri Lutfi juga mengadakan pertemuan dengan CEO US-Asean Business Council Alex Feldman.

    Pertemuan itu membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, tren perdagangan global, dan penanganan pandemi COVID-19. Dari hasil pertemuan itu, mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia - Amerika Serikat ke level berikutnya.

    Mengakhiri agenda kunjungan kerja hari kedua, Menteri Lutfi bersama CEO Indonesia Investment Authority melaksanakan pertemuan dengan Managing Director International Finance Corporation Makhtar Diop.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lutfi menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pencapaian target netral karbon melalui industri yang ramah lingkungan.

    Selain itu, pertemuan membahas kerja sama pengembangan industri logam ramah lingkungan dan kerja sama dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

    “Indonesia saat ini tengah bertransformasi dari negara penghasil barang mentah menjadi negara penghasil barang bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri yang ramah lingkungan di Indonesia terutama di industri logam,” ujar Menteri Perdagangan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.