PPKM Darurat Diprediksi Bikin Konsumsi BBM di Jawa Timur Turun 25 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas meletakkan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Petugas meletakkan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina Marketing Region Jatimbalinus memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur turun 25 persen karena berkurangnya mobilitas masyarakat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat 3-20 Juli 2021.

    "Kami pastikan PPKM Darurat ini mempengaruhi tingkat konsumsi BBM masyarakat," kata Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi di Surabaya, Rabu, 14 Juli 2021.

    Pertamina, kata dia, juga sudah melakukan perhitungan dan prediksi karena adanya pembatasan mobilitas tersebut, hal ini berkaca pada kondisi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah tahun lalu.

    "Kami memprediksi penurunan konsumsi BBM kali ini sekitar 20 hingga 25 persen dari konsumsi normal," ujar Ahad saat bincang dengan wartawan yang digelar secara virtual.

    ADVERTISEMENT

    Pada konsumsi harian normal BBM, Ahad menyebut masyarakat Jatim mencapai 3.130 kilo liter (KL) atau sekitar 3,1 juta liter per hari.

    Sementara itu, terkait adanya penyekatan dan penutupan di beberapa pintu masuk sejumlah daerah, Ahad menegaskan tidak menjadi kendala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.