Luhut Beberkan soal Obat Gratis, Impor Oksigen, Tempat Tidur, hingga Dokter Baru

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan empat rencana terbaru pemerintah kepada para investor di tengah kenaikan kasus Covid-19. Keempatnya yaitu soal paket obat gratis, impor oksigen, dan pelatihan dokter baru.

    Pertama soal obat. Luhut mengakui ada masalah di awal-awal untuk obat Covid-19. Tapi, Ia mengklaim kondisi saat ini sudah mulai dikendalikan.

    "Tanggal 15 kami akan launching 300 ribu paket obat untuk orang-orang kena infeksi, jadi kasus ringan" kata Luhut dalam acara Investor Daily Summit 2021 di Jakarta, Rabu, 14 Juli 2021.

    Obat-obatan ini akan diberikan secara gratis sesuai dengan resep dokter. Menurut Luhut, obat-obatan terdiri dari 3 paket dan akan dibagikan setiap minggunya. ""Kasus aktif itu 210 ribu, dan kami siapkan 300 ribu," kata dia.

    Kedua soal oksigen. Luhut menyebut masalah oksigen saat ini mulai tertata dengan baik seiring dengan bertambahnya pasokan. Saat ini, kata dia, 1.500 oksigen konsentrator dari Cina sudah mulai berdatangan ke Indonesia dengan ukuran 5 liter dan 10 liter.

    Oksigen konsentrator ini merupakan alat yang berfungsi memproses oksigen dengan cara mengambil udara di ruangan sekitar. Lalu, ada juga impor yang datang dari Singapura. "Jadi mungkin dekat-dekat ini, 10 ribu diterima bulan ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.