Terpopuler Bisnis: 7 Fakta PPKM Darurat dan RI Turun Kelas Low Income Country

Foto udara kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021. Pemerintah memperkirakan, jika PPKM Darurat diperpanjang maka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tertahan dan hanya akan bergerak di kisaran 3,7 hingga 4,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Selasa 13 Juli 2021 dimulai dari tujuh fakta perpanjangan PPKM Darurat, Indonesia turun kelas menjadi negara berpenghasilan rendah dan janji Erick Thohir vaksin covid tidak diperjualbelikan. 

Selain itu ada kabar soal Sri Mulyani sebut PPKM Darurat hingga enam pekan dan defisit APBN tahun ini lebih rendah Rp 66,8 triliun dari target pemerintah. Berikut lima berita populer yang menarik pembaca pada hari kemarin:

1. Kabar Perpanjangan PPKM Darurat, Simak 7 Fakta Ini

PPKM Darurat kini masih terus berlangsung sejak berlaku 3 Juli 2021. Meski demikian, pembatasan ini dikabarkan akan diperpanjang lagi melebihi batas rencana awal yaitu 20 Juli 2021. Salah satunya disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin, 12 Juli 2021.

Tempo merangkum sejumlah informasi penting terkait pelaksanaan PPKM sejauh ini dan rencana perpanjangan tersebut.






Kala Jokowi Minta Sri Mulyani Hati-hati Kelola APBN: Dieman-eman

16 menit lalu

Kala Jokowi Minta Sri Mulyani Hati-hati Kelola APBN: Dieman-eman

Jokowi berpesan agar bendahara negara mengatur belanja untuk kepentingan-kepentingan yang produktif.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

41 menit lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Dieman-eman, Dijaga, Hati-Hati

49 menit lalu

Pesan Jokowi ke Sri Mulyani Soal APBN: Dieman-eman, Dijaga, Hati-Hati

Presiden Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk hati - hati dalam mengeluarkan APBN. Pengeluarannya harus memunculkan return yang jelas.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

1 jam lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

3 jam lalu

Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

Utang pemerintah hingga posisi akhir Agustus 2022 telah sebesar Rp 7.236,61 triliun. Angka itu naik sekitar 1,01 persen atau Rp 73,49 triliun dari posisi Juli 2022 sebesar Rp 7.163,12 triliun.


Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

19 jam lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

20 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

20 jam lalu

Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

Sri Mulyani menyoroti kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia memicu resesi ekonomi global.


Anindya Bakrie Ungkap Target di Oxford United, Siap Beri Kesempatan buat Pemain Indonesia

21 jam lalu

Anindya Bakrie Ungkap Target di Oxford United, Siap Beri Kesempatan buat Pemain Indonesia

Setelah resmi menjadi pemilik mayoritas saham klub sepam bola Oxford United --bersama Erick Thohir-- Anindya Bakrie mengungkap sejumlah targetnya.


Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

23 jam lalu

Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

Erick Thohir menyataIakan inisiatif strategis ini berfokus pada 5 prioritas utama melalui program investasi dan partnership untuk startup Indonesia.