Ridwan Kamil: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Dipakai pada Oktober 2022

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan sambutan Dzikir dan Doa Bersama untuk Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Jabar secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021) malam. (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan sambutan Dzikir dan Doa Bersama untuk Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Jabar secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021) malam. (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung direncanakan bisa dipakai pada Oktober 2022. Pasalnya, ia mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas kereta cepat saat ini tengah berjalan.

    "Januari itu kereta cepat sudah tersambung si relnya, si betonnya. Pertengahan tahun depan si rel besi-besinya mulai berjalan, kemudian eksperimen kereta pertama. Bulan Oktober 2022 itu kereta cepat Jakarta-Bandung sudah bisa dipakai," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam acara virtual, Selasa, 13 Juli 2021.

    Konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-Cina atau KCIC sebelumnya berencana mengejar penyelesaian pembangunan 13 tunnel atau terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung sebelum akhir tahun 2021. Saat ini, KCIC telah menyelesaikan delapan terowongan.

    “Tahun ini akan selesai terowongan. Di kuartal III 2021, semua terowongan kereta cepat akan tembus,” ujar Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, 3 Juni lalu.

    Penyelesaian pengerjaan terowongan akan mempercepat finalisasi konstruksi pembangunan proyek kereta cepat yang ditargetkan sudah kelar sebelum akhir 2022. Pada November tahun depan, KCIC memproyeksikan sepur dengan kecepatan 350 kilometer ini sudah bisa beroperasi menyambut tamu-tamu G20.

    Bahkan, Mirza mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Cina Xi Jin Ping sudah bisa menjajal langsung kereta hasil kerja sama investasi dua negara itu. “Mudah-mudahan di November (2022) bisa dicoba Presiden RI dan Tiongkok (Cina),” kata Mirza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.