Sri Mulyani Perkirakan Defisit APBN 2021 Lebih Rendah Rp 66,8 T dari Target

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan outlook defisit anggaran pemerintah akan lebih kecil ketimbang rencana di Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021.

"Kita lihat outlook defisit kita akan lebih kecil ketimbang APBN awal. APBN awal Rp 1.006,4 triliun defisitnya. Kami perkirakan defisitnya Rp 66,8 triliun lebih kecil yaitu Rp 939,6 triliun," ujar dia dalam Rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 12 Juli 2021.

Menurut Sri Mulyani, lebih kecilnya defisit ketimbang rencana di APBN itu adalah sesuatu yang bagus. Sebab, itu berarti APBN bisa tetap responsif membantu rakyat, dunia usaha, hingga menangani Covid-19. Namun, di saat yang sama juga defisitnya bisa berkurang ke tingkat yang semakin hati-hati.

"Ini akan kita coba terus pelihara. Sehingga konsolidasi fiskal tetap berjalan, namun tidak berarti kita tidak bisa bantu ekonomi masyarakat dan menangani Covid-19 yang efektif," ujar dia.

Berkurangnya defisit itu sejalan dengan outlook pendapatan negara yang diperkirakan 101 persen dari target APBN. Penerimaan negara pada 2021 diperkirakan mencapai Rp 1.760,7 triliun atau lebih tinggi Rp 17,1 triliun dari target APBN.

"Proyeksi ini sangat tergantung kepada kondisi ekonomi dan Covid. Terutama nanti terlihat di perpajakan," kata Sri Mulyani.

Berdasarkan bahan paparan Sri Mulyani, penerimaan dari sektor pajak diperkirakan sebesar Rp 1.176,3 triliun atau 95,7 persen dari target tahun ini. Adapun penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai diperkirakan 104,3 persen dari target atau sebesar Rp 224,1 triliun. Adapun PNBP diperkirakan sebesar 119,9 persen dari target atau sebesar Rp 357,7 triliun.

Sementara itu, belanja negara diperkirakan sebesar Rp 2.700,4 triliun untuk keseluruhan tahun. Angka tersebut adalah 98,2 persen dari target APBN 2021.

"Defisit APBN ini diperkirakan masih 5,7 persen PDB. Tentu kita akan lihat persentase terhadap PDB tergantung PDB dan nominalnya. Kita hitung saat nominal PDB dipublikasi BPS," ujar Sri Mulyani.

Baca: Sempat Diprotes karena Potong THR dan Gaji ke-13 PNS, Sri Mulyani: Rakyat Butuh






Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

1 hari lalu

Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

Bhima Yudhistira, mencatat beberapa cara untuk meminimalisir dampak ancaman resesi global 2023.


Menteri PUPR Minta Pembangunan Gereja Katedral Kupang Dipercepat, Pekerja Ditambah

1 hari lalu

Menteri PUPR Minta Pembangunan Gereja Katedral Kupang Dipercepat, Pekerja Ditambah

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini capaian pembangunan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang baru 60 persen.


Tarif Angkutan Penyeberangan Naik Hari Ini, Gapasdap: Belum Sesuai Perhitungan

2 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Naik Hari Ini, Gapasdap: Belum Sesuai Perhitungan

Besaran tarif angkutan penyeberangan yang naik 11 persen masih sangat jauh dari perhitungan yang disepakati bersama team tarif dari berbagai instansi.


Pendukung Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Tunda Pembangunan Infrastruktur

2 hari lalu

Pendukung Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Tunda Pembangunan Infrastruktur

Pendukung Anies Baswedan meminta Presiden Jokowi menggunakan APBN untuk lebih fokus untuk membantu masyarakat menghadapi resesi ekonomi.


Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

3 hari lalu

Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

Pemerintah masih menganggarkan belanja birokrasi yang cukup besar dalam APBN 2023.


BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

3 hari lalu

BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

BEM SI akan menggelar demo untuk menyuarakan sejumlah masalah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

3 hari lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

3 hari lalu

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah masih lebih rendah ketimbang negara lain, yakni 6,1 persen.


Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

3 hari lalu

Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

Airlangga Hartarto mengklaim berbagai indikator perekonomian nasional menguat di tengah risiko pelemahan ekonomi global.


Ekonom Sebut Resesi Global Bisa Ubah Surplus Perdagangan Jadi Defisit

3 hari lalu

Ekonom Sebut Resesi Global Bisa Ubah Surplus Perdagangan Jadi Defisit

Ekonom menyebut surplus perdagangan bisa berubah dan berbalik arah menjadi defisit karena resesi global.