Terus Kembangkan Lini Digital, Tempo Inti Media Umumkan 3 Pemred Baru

(Duduk dari ki-ka): Meiky Sofyasyah, Wahyu Dhyatmika, Arif Zulkifli, Sebastian Kinaatmaja, Anton Aprianto. (Berdiri dari kika) Jajang Jamaludin, Setri Yasra, Andini Effendi, Budi Setyarso. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk. Arif Zulkifli mengatakan akan terus mengembangkan lini digital. Pengembangan itu juga membuka ruang Tempo untuk bekerja sama dengan generasi muda.

"Ke depan kita akan terus mengembangkan lini digital kita," kata Arif dalam konferensi pers virtual usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB Tempo, Senin, 12 Juli 2021.

Dia menyadari digitalisasi diperlukan karena Tempo berhadapan dengan generasi baru dengan berbagai kebutuhan baru. Namun, dia juga menjelaskan bahwa Tempo memiliki prinsip dasar yang tidak didebat lagi, utamanya soal independensi.

"Setelah RUPSLB ini, kami berangkat dengan optimisme yang luar biasa, sangat besar. Karena kami tidak berangkat dari nol. Kami berangkat dari sebuah pondasi, yaitu value Tempo yang sudah dibangun 50 tahun oleh para senior kami," ujarnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang digelar hari ini, juga diumumkan tiga pimpinan redaksi baru untuk memimpin Majalah Tempo, Koran Tempo, dan Tempo.co. Setri Yasa didapuk sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Jajang Jamaludin sebagai Pemimpin Redaksi Koran Tempo, dan Anton Aprianto sebagai Pemimpin Redaksi Tempo.co.

Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Tempo.co Anton Aprianto mengatakan bakal tetap mengutamakan jurnalisme yang bermutu. "Kami punya beberapa kanal yang kita kuatkan ke perwajahan anak mudanya lebih ke tekno, gaya hidup, olahraga. Sementara kekuatan news-nya kami tetap bersandar pada politik, hukum, dan ekonomi," ujarnya.

Menurut dia, sekarang Tempo.co tidak hanya menampilkan teks dalam berita, tapi juga ada video, serta foto yang interaktif. "Itu yang terus kita buat anak-anak muda sasarannya," kata Anton.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Koran Tempo Jajang Jamaludin mengatakan memang terdapat tantangan dalam bertransformasi digital, khususnya bagi Koran Tempo. Apalagi, kata dia, survei pembaca media online di Indonesia hanya 9 persen yang mau membayar.






Koinworks Resmi Luncurkan KoinLearn sebagai Platform Belajar Gratis untuk UMKM

1 hari lalu

Koinworks Resmi Luncurkan KoinLearn sebagai Platform Belajar Gratis untuk UMKM

KoinWorks kini menghadirkan KoinLearn, yakni suatu platform edukasi yang menyediakan konten video pembelajaran untuk para pelaku UMKM.


Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

2 hari lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Piala Dunia 2022 di Qatar Akan Jadi yang Paling Digital

3 hari lalu

Piala Dunia 2022 di Qatar Akan Jadi yang Paling Digital

FIFA sudah bekerja sama dengan FIFPRO dalam meluncurkan aplikasi analisis untuk detail para pemain saat bertanding di lapangan di Piala Dunia 2022.


Telkomsel Pertemukan Pendiri Startup dan Pemodal melalui T-Connext

7 hari lalu

Telkomsel Pertemukan Pendiri Startup dan Pemodal melalui T-Connext

Telkomsel juga membuka ruang untuk para pelaku tersebut mengenal unit-unit bisnis milik Telkomsel yang berpotensi menghasilkan kolaborasi.


Pandangan Kritis Azyumardi Azra Soal Pemindahan IKN

9 hari lalu

Pandangan Kritis Azyumardi Azra Soal Pemindahan IKN

Prof Azyumardi Azra mengkritisi pemerintah mengenai pemindahan IKN dan menggugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi.


Hati-hati Smishing: Modus Penipuan Berkedok SMS dan Kiat Menghindarinya

10 hari lalu

Hati-hati Smishing: Modus Penipuan Berkedok SMS dan Kiat Menghindarinya

Smishing sederhananya adalah modus penipuan yang memanfaatkan fitur komunikasi SMS di ponsel.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

12 hari lalu

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


Salah Tangkap Hacker Bjorka, Pengamat: Di Atas Langit Ada Langit

13 hari lalu

Salah Tangkap Hacker Bjorka, Pengamat: Di Atas Langit Ada Langit

Bjorka ternyata lebih licin dari dugaan DarkTracer dan sudah mempersiapkan diri dengan baik.


18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

13 hari lalu

18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Teka-teki kematian Munir telah 18 tahun. Ongen Latuihamallo saksi kunci pembunuhan aktivis HAM itu, ditemukan tewas saat menyetir mobil.


Mengapa Orang Memerlukan Detoksifikasi Digital?

14 hari lalu

Mengapa Orang Memerlukan Detoksifikasi Digital?

Detoksifikasi digital ketika seseorang menahan diri tidak menggunakan ponsel, televisi, komputer, tablet, dan mengakses media sosial