Awasi Kegiatan Tambang, ESDM Gunakan Teknologi Artificial Intelligence

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Arifin Tasrif saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Januari 2021. Rapat tersebut membahas strategis program kerja Kementerian ESDM tahun 2021 serta evaluasi kinerja Kementerian ESDM Tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri ESDM Arifin Tasrif saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Januari 2021. Rapat tersebut membahas strategis program kerja Kementerian ESDM tahun 2021 serta evaluasi kinerja Kementerian ESDM Tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKementerian ESDM berharap optimalisasi teknologi mampu memberikan manfaat yang lebih besar terhadap aktivitas pertambangan serta meningkatkan kontribusi mineral dan batu bara dalam memajukan perekonomian nasional.

    "Kami akan terus melakukan pengawasan yang terpadu dengan menggunakan kombinasi media digital sehingga perbaikannya dapat dilakukan segera," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu 11 Juli 2021.

    ESDM memperkuat pengawasan terhadap usaha pertambangan mineral dan batu bara melalui teknologi machine learning dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan dalam pengelolaan citra dan geo data sets.

    Menurut dia, pemerintah memanfaatkan sumber daya batu bara mencapai 143,7 miliar ton dan cadangan sebanyak 38,8 miliar ton untuk menjawab berbagai isu tentang energy trilemma, yakni ketahanan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan energi.

    "Walaupun banyak orang mengatakan batu bara ini sebagai sumber energi yang kotor, namun batu bara bisa digunakan untuk sumber energi yang berkecukupan dan terjangkau untuk masyarakat," ujar Sujatmiko. 

    Sepanjang 2020, kontribusi mineral dan batu bara dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp34,65 triliun dan Rp1,67 triliun untuk pengembang serta pemberdayaan masyarakat.

    Selain itu, produksi batu bara nasional mencapai total 564 juta ton dengan 138 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri pada tahun lalu.

    "Sebagai kepedulian atas isu lingkungan, pemerintah terus mendorong penerapan teknologi melalui clean coal technology. Ini tentu memenuhi amanat sebagai sumber energi yang low carbon emission," kata Sujatmiko.

    BACA: Harga Batu Bara Acuan Melesat USD 115,35 per Ton, ESDM: Stok di Cina Menipis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.