Pembangunan Bandara Ngloram Blora Dikebut, Target Selesai 3 Pekan ke Depan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan pendaratan pesawat King Air 200GT saat pendaratan perdana di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Januari 2020. Warga tampak antusias menyaksikan pendaratan pertama setelah 34 tahun di bandara tersebut. ANTARA/Yusuf Nugroho

    Warga menyaksikan pendaratan pesawat King Air 200GT saat pendaratan perdana di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Januari 2020. Warga tampak antusias menyaksikan pendaratan pertama setelah 34 tahun di bandara tersebut. ANTARA/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan terminal Bandara Ngloram, di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, saat ini sedang dikebut, karena diitargetkan selesai pada 2021.

    Koordinator Pembangunan Bandara Ngloram, Ariadi Widiawan, menyebutkan saat ini progres Bandara Ngloram, sistem udaranya sudah memenuhi syarat, dan akan berfokus di gedung terminal penumpang, di mana progresnya sudah mencapai 90 persen.

    "Saat ini finishing kurang lebih sudah 90 persen, diprediksikan ya dua atau tiga minggu ke depan sudah selesai," kata  Ariadi pada Kamis 8 Juli 2021, dikutip dari jatengprov.go.id.

    Tidak hanya pembangunan terminal penumpang, akses jalan masuk menuju bandara juga akan dikebut dan sudah dalam tahap penimbunan tanah.

    Ariadi mengharapkan meskipun nantinya ketika pembangunan terminal sudah diselesaikan, namun akses jalan masuk belum dilakukan pengaspalan, tetapi sudah dapat dilalaui. Ia juga menginginkan penerbangan perdana Bandara Ngloram dapat dilakukan pada 17 September 2021 yang bertepatan pada Hari Perhubungan Nasional.

    Bandara Ngloram terletak di daerah sekitar bandara berada di persawahan, dan tak jauh dari Stasiun Kereta Api Kapuan sekitar 1,5 kilometer dan sekitar 12 kilometer Stasiun Kereta Api di Kota Cepu.

    Sempat tidak aktif selama 34 tahun, Pemprov Jateng dan Pemkab Blora bersama sama mengusulkan ke Kementerian Perhubungan agar Bandara Ngloram ini dibangun kembali.

    Sebagai informasi, Bandara Ngloram diperbaiki kembali pada 2018. Pada tahun itu aset milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu dialihkan ke Kementerian Perhubungan untuk dijadikan bandara umum. 

    Bandara yang kini memiliki landas pacu 1.500 meter, dengan lebar 30 meter itu, dulu hanya dikhususkan untuk mendukung industri minyak dan gas di Cepu dan sekitarnya.

    Bandara Ngloram merupakan bandar Udara khusus yang dibangun tahun 1978 dan dihentikan operasinya pada tahun 1984. Kemudian bandara ini dialihkan kepemilikannya dari PT Pertamina ke Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1988.

    Pada 2007 Pemprov Jateng mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar Bandar Udara Ngloram, yang merupakan aset departemen, dilimpahkan kepada Departemen Perhubungan agar dapat diaktifkan.

    Rencana pengaktifan kembali Bandara Ngloram dikabulkan oleh Pemerintah Pusat yang tertuang dalam surat rekomendasi pengelolaan lapangan terbang untuk Ngloram, yang diterbitkan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal,

    Berbeda dari fungsi sebelumnya, pengembangan Bandar Udara Ngloram ditujukan untuk melayani penumpang umum dan ekspatriat dan menjadi Bandar Udara Komersial

    Dilansir dari laman dephub.go.id, adapun perencanaan pembangunan Bandara Ngloram, di mana awalnya  memiliki runway sepanjang 1.200 m x 30 m dan belum memiliki terminal penumpang. Ke depannya, akan dilakukan 4 tahap pengembangan Bandara Ngloram.

    Tahap pertama runway akan diperluas menjadi 1.400 m x 30 m, apron 84 m x 60 m, serta pembangunan terminal penumpang seluas 240 m² dengan kapasitas <50.000 penumpang/tahun. Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersil.

    Pada tahap kedua dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 x 30 m, apron menjadi 127 m x 90 m, terminal penumpang menjadi 2.013 m² dengan kapasitas 138.562 penumpang/tahun.

    Tahap ketiga, runway diperluas menjadi 1.850 m x 45 m, apron menjadi 168 m x 90 m, dan terminal penumpang menjadi 3.726 m² dengan kapasitas 237.390 penumpang/tahun.

    Tahap terakhir direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 m x 45 m, apron seluas 168 m x 90 m akan di fasilitasi untuk dapat menampung 4 pesawat ATR 72-600 serta 2 pesawat Boeing 737-600, serta terminal penumpang yang luasnya 5.216 m² dengan kapasitas 420.551 penumpang/tahun.

    Penghujung tahun 2020, menjadi catatan sejarah Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, sejak terakhir beroperasi tahun 1984, bandara ini berhasil dipergunakan pendaratan pesawat komersil ATR 72 milik maskapai penerbangan Nam Air berkapasitas penumpang 70 orang. Ini menjadi bukti penerbangan dan kelayakan Bandara Ngloram untuk beroperasi.  

    Saat ini Progres pembangunan terminal Bandara Ngloram memasuki proses finishing. Segala persiapan, mulai pembangunan counter tiket dan layanan pemeriksaan sesuai standar pencegahan Covid-19, gedung terminal penumpang dan akses jalan masuk menuju bandara terus dikebut.

    Bandara Ngloram yang terletak di ujung timur Jawa Tengah itu diharapkan membuka aksesibilitas ke Kabupaten Blora dan sekitarnya yang akan berdampak pada peningkatkan ekonomi daerah. 

    WILDA HASANAH

    Baca: Ganjar Setuju Bandara Ngloram Berubah Jadi Bandara Gus Dur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.