Cara Sinar Mas, Summarecon, Ciputra, dan Lippo Menjual Rumah Saat PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi interior rumah. Unsplash/curology

    Ilustrasi interior rumah. Unsplash/curology

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengembang properti kini harus memaksimalkan penjualan rumah secara online di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat. Sebab, pembatasan yang berlaku 3 sampai 20 Juli 2021 ini membuat kegiatan di kantor marketing office hingga lokasi show unit harus dihentikan sementara.

    Marketing Director Sinar Mas Land, Alim Gunadi, mengatakan sebagian konsumen masih membutuhkan pengalaman fisik saat membeli rumah. Tapi sebenarnya, ada juga kelompok yang sudah mulai terbiasa secara digital.

    "Market itu yang kami grab, karena potensinya 10-15 tahun ke depan dikuasai market itu, besar sekali jumlahnya," kata Alim dalam diskusi Prolab pada Sabtu, 10 Juli 2021.

    Untuk itu, Sinar Mas kini memanfaatkan sejumlah jalur penjualan online untuk menggaet konsumen. Salah satunya masuk ke market list di platform seperti rumah.com, rumah123, hingga lamudi. "Dalam waktu dekat juga dengan Unicorn, minggu depan lah kami go live," kata dia.

    Selain itu, Sinar Mas meluncurkan e-catalog berisi aneka produk mereka sejak November Desember 2020. "Yang masuk sudah ribuan jumlahnya," kata Alim.

    Executive Director Summarecon Agung, Albert Luhur, mengatakan PPKM Darurat ini memang membuat sejumlah rencana peluncuran produk tertunda. Meski demikian, Summarecon terus meningkatkan performa penjualan online mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.