IHSG Stabil di 6.040, Samuel Sekuritas: Emiten Batu Bara dan Minyak Bumi Melemah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung flat di sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat, 9 Juli 2021. IHSG ditutup di level 6.040, hanya 1 poin lebih tinggi dari angka penutupan kemarin 6.039.

    Salah satu yang menjadi sorotan tim riset PT Samuel Sekuritas Indonesia adalah emiten batu bara. Setelah sempat anjlok hingga lebih dari 5 persen dalam dua hari, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Agustus melonjak hingga nyaris 3 persen pada perdagangan Kamis, 8 Juli 2021.

    "Meski ada sentimen positif tersebut, saham-saham emiten batu bara gerakannya tidak terlalu istimewa di sesi pertama perdagangan hari ini," kata tim riset dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.

    Beberapa saham di antaranya malah melemah cukup dalam, seperti ARII (turun 6,9 persen), BOSS (turun 6,8 persen) dan BESS (turun 2,5 persen). Pelemahan juga terjadi pada emiten minyak bumi, meski harga minyak bumi menguat, di antaranya seperti MEDC (turun 1,6 persen) dan AKRA (turun 0,64 persen).

    Tim riset juga mencatat tiga saham bank mini yang melejit hingga lebih dari 20 persen. Di antaranya BSIM (naik 25 persen), BBHI (naik 24,4 persen), dan NOBU (naik 21,5 persen).

    Selain tiga bank tersebut, saham sejumlah bank mini juga bergerak positif di sesi pertama hari ini antara lain BBYB (naik 7,2 persen), BNBA (naik 5,1 persen), dan BMAS (naik 3,7 persen).

    Berikut sejumlah saham yang terbanyak diminati investor asing: TLKM (Rp 235,5 miliar), INCO (Rp 22 miliar) dan ASII (Rp 15,6 miliar).

    Adapun beberapa saham yang terbanyak dilepas investor asing yakni: BMHS (Rp 251,4 miliar), AGRO (Rp 58,2 miliar) dan UNTR (Rp 24,9 miliar).

    Selama perdagangan hingga siang hari ini tercatat lima saham yang merupakan top gainer yaitu: NICL (naik 35 persen ke Rp 135 per saham), BMHS (naik 25 persen ke Rp 825 per saham) dan BSIM (naik 25 persen ke Rp 700 per saham). Berikutnya ada saham KBLV (naik 24,8 persen ke Rp 1.080 per saham) dan LABA (naik 24,5 persen ke Rp 284 per saham).

    Sampai siang hari ini juga tercatat lima saham yang masuk daftar top loser adalah SKBM (turun 6,9 persen ke Rp 320 per saham), ARII (turun 6,9 persen ke Rp 322 per saham) dan FMII (turun 6,9 persen ke Rp 805 per saham). Lalu ada saham SQMI (turun 6,9 persen ke Rp 188 per saham) dan BBSS (turun 6,9 persen ke Rp 54 per saham).

    Kemarin IHSG ditutup melemah ke level 6.039. Posisi ini lebih rendah 12 poin dari penutupan sesi pertama, 6.051, dan 5 poin dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya, 6.044.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: IHSG Melemah ke 6.039, Samuel Sekuritas: Saham-saham Batu Bara Anjlok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.