Singapura, Australia, hingga UEA Akan Kirim Bantuan Alat Medis ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di toko Alat Kesehatan (Alkes) Graha Medika Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 6 Juli 2021. Menurut pedagang, dalam satu pekan terakhir stok tabung oksigen dengan berbagai ukuran di beberapa toko alat kesehatan di Palembang mulai langka sedangkan permintaan isi ulang oksigen mengalami peningkatan hingga 300 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di toko Alat Kesehatan (Alkes) Graha Medika Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 6 Juli 2021. Menurut pedagang, dalam satu pekan terakhir stok tabung oksigen dengan berbagai ukuran di beberapa toko alat kesehatan di Palembang mulai langka sedangkan permintaan isi ulang oksigen mengalami peningkatan hingga 300 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mulai menerima bantuan berupa alat-alat kesehatan sampai vaksin dari pemerintah negara sahabat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bantuan alat medis datang dari Singapura, Australia, dan Uni Emirate Arab.

    Pada hari ini, Luhut mengatakan Singapura akan mengirimkan 200 ventilitator dan 256 silinder oksigen kosong berukuran 40 liter. Bantuan itu disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri dan akan didatangkan ke Tanah Air berbarengan dengan pengiriman oksigen konsentrator yang dipesan pemerintah Indonesia kepada Singapura.

    “Jadi bukan hanya bantuan atau donasi saja (yang datang), tetapi juga ada alat kesehatan yang dibeli oleh pemerintah,” ujar Luhut dalam keterangannya, Jumat, 9 Juli 2021.

    Selain oksigen kosong dan ventilitator yang dikirim melalui Kementerian Luar Negeri, Singapura melalui Kementerian Pertahanan akan membrikan bantuan alat-alat pelindung kesehatan dan kebutuhan medis.

    Bantuan itu berupa 756 oksigen silinder, 600 oksigen konsentrator, 220 ventilator, dan berbagai perlengkapan masker bedah, masker N95, dan kelengkapan alat bedah atau alat perlindungan diri (APD).

    Adapun negara lain, yakni Australia, akan mengirimkan seribu ventilitator. Ventilitator dibawa ke Indonesia pada Jumat, 9 Juli, menggunakan pesawat.

    Sementara itu, pekan depan, Uni Emirate Arab atau UEA akan memberikan bantuan berupa vaksin. UEA akan memberikan 250 ribu dosis vaksin Sinopharm.

    Baca: Mulai 12 Juli, Penumpang Transportasi Umum dan Pribadi Wajib Kantongi STRP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.