Bio Saliva untuk Tes PCR: Rencana Produksi, Akurasi, hingga Harga

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan Bio Saliva, alat tes Covid-19 dengan sampel cairan kumur yang dikembangkan PT Bio Farma. Kredit: PT Bio Farma

    Tampilan Bio Saliva, alat tes Covid-19 dengan sampel cairan kumur yang dikembangkan PT Bio Farma. Kredit: PT Bio Farma

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Bio Farma (Persero) berencana memproduksi Bio Saliva untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode gargling. Alat tes ini diklaim memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat pengambilan sampel untuk tes Covid-19 ketimbang metode usap.

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan perusahaannya menyiapkan produksi Bio Saliva sebanyak 40 ribu unit per bulan. “Kami memproduksi reagen untuk pengetesan PCR karena ini juga merupakan WHO Gold Standard,” ujar Honesti dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Rabu, 7 Juli 2021.

    Honesti menjelaskan, BioSaliva merupakan produk terbaru yang mendeteksi semua varian Covid-19. Produk itu saat ini tengah berkembang di Indonesia. 

    Bio Farma pun tengah melakukan uji post market di tiga laboratorium, yakni Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Laboratorium Biomedik Lanjut, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran; dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.

    Secara simultan, Bio Farma juga melakukan limited release dengan persetujuan Kementerian Kesehatan. Honesti mengklaim semua produk reagen PCR Bio Farma memiliki akurasi di atas 99 persen.

    Adapun untuk harga, Honesti mengatakan pihaknya masih mengusulkan ke Kementerian Kesehatan. Rencana penetapan harga itu akan mendapatkan evaluasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.

    “Harganya kita lagi usulkan, ada pendampingan dengan BPKP untuk penetepan harganya sehingga bisa kita dapat HET (harga eceran tertinggi) dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” ujar Honesti.

    Honesti memastikan harga alat tes tersebut lebih murah dari tes swab PCR saat ini. Sementara itu di GSI Lab yang telah menyediakan obat kumur PCR secara terbatas, harga untuk alat tes terbaru ini dipatok Rp 799 ribu.

    Selain Bio Saliva, Bio Farma tengah meluncurkan mBioCoV-19 RT-PCR Kit. Kapasitas produksi untuk mBioCoV-19 RT-PCR Kit sebanyak 2,4 juta per bulan.

    Baca Juga: Daun Saga Bermanfaat Jadi Obat Sariawan dan Batuk Menahun

    CATATAN: Berita ini mengalami revisi pada judul dan isi yakni menghilangkan kata obat kumur sesuai permintaan Bio Farma. Judul semula "Obat Kumur Bio Saliva untuk Tes PCR: Rencana Produksi, Akurasi, hingga Harga" berubah menjadi "Bio Saliva untuk Tes PCR: Rencana Produksi, Akurasi, hingga Harga." Perubahan dilakukan pada Sabtu, 9 Juli 2021 pukul 12.23 WIB. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.