Naik Seribu, Harga Emas Antam Jadi Rp 940 Ribu per Gram

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata emas Antam di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Presentase penurunan harga emas Antam 1,4 persen membuat harga emas kini menjadi Rp922 ribu per gram. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pedagang menata emas Antam di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Presentase penurunan harga emas Antam 1,4 persen membuat harga emas kini menjadi Rp922 ribu per gram. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Rabu, 7 Juli 2021, naik seribu dibandingkan dengan kemarin.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 940.000," seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia pada Rabu, 7 Juli 2021.

    1 gram Rp 940.000
    2 gram Rp 1.820.000
    3 gram Rp 2.705.000
    5 gram Rp 4.475.000
    10 gram Rp 8.895.000
    25 gram Rp 22.112.000
    50 gram Rp 44.145.000
    100 gram Rp 88.212.000
    250 gram Rp 220.265.000

    Berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 440,3 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 880,6 juta.

    Harga emas pada 6 Juli sebesar Rp 939 ribu per gram. Untuk harga buyback emas hari ini adalah Rp 835 ribu per gram.

    Adapun harga emas hari ini lebih rendah dibanding awal 2021 yang sebesar Rp 969 ribu. Sedangkan harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal 2020 yang sebesar Rp 771 ribu.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association.

    Terkait harga emas dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK. 10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

    Baca Juga: Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 939 ribu per Gram


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.