Waskita Toll Road Raih Rp 1,5 T dari Divestasi Saham Tol Semarang-Batang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruas Jalan Tol Batang-Semarang yang sepi di Jembatan Kalikuto, Batang, Jawa Tengah, Kamis, 6 Mei 2021. Polisi telah melakukan penyekatan di berbagai titik untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Suasana ruas Jalan Tol Batang-Semarang yang sepi di Jembatan Kalikuto, Batang, Jawa Tengah, Kamis, 6 Mei 2021. Polisi telah melakukan penyekatan di berbagai titik untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road (WTR), meraih dana Rp 1,5 triliun dari hasil divestasi 20 persen saham ruas Jalan Tol Semarang-Batang kepada RDPT SAM Jalan Tol (RDPT SAM-JT).

    WTR menandatangani akta jual beli atau sale purchase agreement (SPA) dengan RDPT SAM Jalan Tol (RDPT SAM-JT), yang merupakan perusahaan berbasis ekuitas yang dibentuk manajer investasi yakni PT Samuel Aset Management (SAM) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank kustodian.

    Saat ini, WTR memiliki saham 40 persen pada ruas PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), yaitu badan usaha jalan tol pemilik konsesi Tol Semarang-Batang.

    Direktur Utama WTR Septiawan Andri Purwanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menjelaskan divestasi ruas Tol JSB ini merupakan bentuk perwujudan dari rencana WTR mendivestasikan sembilan ruas tol pada 2021.

    "Dari divestasi ini kami memperoleh pendapatan sebesar Rp1,5 triliun. Nilai transaksi ini di atas nilai buku ekuitas yang WTR tanamkan atau di atas price to book value," katanya.

    Septiawan mengatakan divestasi di JSB itu juga merupakan bukti besarnya minat investor baik lokal maupun asing dalam berinvestasi di jalan tol, khususnya milik Waskita Karya.

    "Penandatanganan sales purchase agreement ini merupakan suatu momentum dan sinyal yang baik bagi upaya kami menjalankan proses bisnis sebagai developer jalan tol terbesar di Indonesia," kata Septiawan.

    Dirut PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan pihaknya mempunyai target besar untuk divestasi dari jalan tol yang dimiliki.

    Menurut dia, momentum tersebut menjadi penting karena tahun ini WTR menargetkan untuk mendivestasi sembilan ruas tol yang dimiliki."Momen ini merupakan bukti kepada pemangku kepentingan bahwa ruas-ruas tol milik Waskita memiliki nilai jual yang baik. Ini juga merupakan momen penting sebagai bagian dari restrukturisasi Waskita Karya secara keseluruhan," imbuh Destiawan.

    Ruas Tol Semarang-Batang sepanjang 75 km adalah bagian Tol Trans-Jawa yang telah beroperasi penuh sejak Desember 2018. Ruas itu merupakan jalur penting yang menghubungkan Jawa bagian barat menuju Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang.

    Baca Juga: Pengelola Tol Becakayu Dapat Relaksasi Kredit Rp 3,5 T dari Tiga Bank


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.