Siap Mengudara, Simak Fakta-fakta Menarik Super Air Jet

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Super Air Jet. Istimewa

    Super Air Jet. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Super Air Jet siap mengudara setelah mendapat sertifikat operator udara atau AOC dari Kementerian Perhubungan. Menurut Direktur Jenderal Novie Riyanto, Sabtu, 26 Juni 2021, sertifikat itu diberikan setelah Super Air Jet melewati proses yang cukup panjang.

    “Proses sertifikasi mengacu kepada ketentuan ICAO dan regulasi penerbangan yang berlaku di Indonesia yang dilaksanakan melalui tahap pre application, formal application, document compliance, demonstration & inspection, dan certification,” ujarnya.

    Berikut Fakta-fakta tentang Super Air Jet yang disebut dimiliki oleh keluarga Rusdi Kirana, bos Lion Air Group.

    1. Dapat suntikan dana dari Rusdi Kirana
    Dilansir dari Bisnis.com, Super Air Jet dan Flyindo Aviasi Nusantara (FAN) mendapatkan suntikan dana dari pemilik Lion Air Group senilai US$ 67,8 juta atau senilai Rp 968 miliar.

    Dikutip dari laporan Debtwire, Senin, 24 Mei 2021, Super Air Jet dan FAN adalah kedua lini usaha baru yang dikendalikan oleh keluarga yang sama dari Rusdi Kirana selaku pemilik Lion Air Group.

    2. Garap pasar milenial
    Super Air Jet diyakini bisa menangkap peluang pasar terutama untuk kebutuhan penerbangan domestik, meski diluncurkan pada masa pandemi Covid-19. Maskapai bakal menyasar kalangan milenial, terutama pelancong.

    "Hal ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga angkutan udara dalam upaya mobilitas orang dan barang sangat dibutuhkan, sejalan konektivitas antarwilayah agar saling terhubung dan tercipta dengan baik," ujar Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari dalam keterangannya, Senin, 3 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.