Peserta Beli Kreatif Danau Toba Diklaim Beromzet Rp 22,7 M dalam 3 Bulan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model mengenakan busana berbahan ulos usai peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Beli Kreatif Danau Toba di Paropo, Dairi, Sumatera Utara, 20 Februari 2021. Keindahan alam Danau Toba itulah membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mentapkan lokasi tersebut sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Model mengenakan busana berbahan ulos usai peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Beli Kreatif Danau Toba di Paropo, Dairi, Sumatera Utara, 20 Februari 2021. Keindahan alam Danau Toba itulah membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mentapkan lokasi tersebut sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti, mengatakan program Beli Kreatif Danau Toba menghasilkan total omzet peserta selama tiga bulan mencapai Rp 22.720.967.647, dengan rata-rata omzet per bulan sebesar Rp 7.573.655.882.

    Jumlah itu, menurut dia, naik sebesar 102 persen dari omzet sebelum pendampingan program Beli Kreatif Danau Toba yaitu Rp 3.755.904.060 per bulan. Program gratis ongkir kolaborasi dengan PT Pos Indonesia sendiri menyumbang pencapaian omzet sebesar Rp 523.642.350.

    “Melalui program Beli Kreatif Danau Toba, para pelaku kreatif di wilayah Sumatera Utara berhasil melakukan perluasan pasar, baik di marketplace lokal maupun di marketplace internasional, seperti e-Bay dan Poptron," ujar Yuana dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 Juni 2021.

    Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baperekraf Nia Niscaya, menyebut program Beli Kreatif Danau Toba tidak hanya berhasil dalam meningkatkan omzet, namun juga berhasil memberikan ilmu baru kepada pelaku kreatif, seperti ilmu pembukuan keuangan, pemasaran, branding & trust, hingga pengemasan dan fotografi produk.

    "Sebagai program yang bertujuan untuk membantu para pelaku kreatif terutama di masa pandemi Covid-19. Program ini dinilai cukup berhasil dan sukses memberikan ilmu baru untuk pelaku kreatif, sehingga saya berharap program ini dapat memberikan manfaat untuk para pelaku kreatif ke depannya," ujar Nia.

    Nia menyebut dalam waktu dekat, Kemenparekraf akan menindaklanjuti perluasan pasar program Beli Kreatif Danau Toba dengan menjual produk artisanal Sumatera Utara secara digital di Gedung Sopo Del Tower.

    "Saya berharap para peserta Beli Kreatif Danau Toba terutama yang sudah melakukan penjualan via marketplace bisa ikut serta dan mendaftar untuk program ini”, ujar Nia.

    Rangkaian program Beli Kreatif Danau Toba diakhiri dengan fasilitasi kelas sertifikasi Kekayaan Intelektual bagi 56 peserta Beli Kreatif Danau Toba.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi menutup program Beli Kreatif Danau Toba yang telah berjalan selama tiga bulan.

    Program Beli Kreatif Danau Toba adalah program yang diluncurkan Kemenparekraf sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada 2021. Tujuan program ini adalah mendorong UMKM di salah satu Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara agar dapat bangkit di masa pandemi ini.

    Program ini diikuti oleh 200 pelaku kreatif subsektor kuliner, kriya, dan fashion dari wilayah kabupaten/kota di seputar Danau Toba dan Sumatera Utara.

    Baca Juga: Beli Kreatif Danau Toba Ditutup, Jumlah Tenaga Kerja Naik 3 Kali Lipat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.