Menhub Budi Karya Gelar Doa Bersama Covid-19: Ujian Berat Buat Kita Semua

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) usai memantau penggunaan alat tes deteksi Covid-19, GeNose C19, untuk penumpang pesawat jelang libur Paskah di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. Pemerintah menghimbau warga untuk tidak melakukan perjalanan wisata saat libur Paskah untuk mencegah penularan virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) usai memantau penggunaan alat tes deteksi Covid-19, GeNose C19, untuk penumpang pesawat jelang libur Paskah di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. Pemerintah menghimbau warga untuk tidak melakukan perjalanan wisata saat libur Paskah untuk mencegah penularan virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar doa bersama Kementerian Perhubungan menyikapi lonjakan kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

    "Ini ujian berat untuk kita semua. Itulah mengapa saya meminta diselenggarakan acara ini agar kita bisa saling menguatkan dan mendengarkan tausiah siaran rohani dari Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar dan diakhiri doa bersama. Bermunajat kepada Allah agar pandemi Covid-19 segera berakhir," ujar Budi dalam tayangan virtual, Ahad, 27 Juni 2021.

    Budi mengatakan pandemi Covid-19 berdampak sangat besar terhadap seluruh sektor kehidupan, termasuk transportasi. Semua pihak, kata dia, tidak hanya dituntut untuk menjaga diri tetap sehat agar tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

    Pemerintah juga harus membuat kebijakan bertransportasi yang dapat menjadi pedoman masyarakat dalam beraktivitas. "Sehingga tetap sehat, produktif, dan aman dari Covid-19," ujar dia.

    Budi mengatakan tantangan di tengah musibah dan cobaan pandemi ini akan mampu kita hadapi dengan tetap berikhtiar, bersabar, dan berdoa. Apalagi, tutur dia, akhir-akhir ini jumlah kasus Covid-19 semakin tinggi.

    "Data per hari Sabtu kemarin, total terkonfirmasi mencapai lebih dari 2 juta orang. Artinya dalam satu hari ada penambahan luar biasa," kata dia. Dari data kemarin pun tercatat lebih dari 21 ribu yang terpapar dan merupakan rekor dibanding hari-hari sebelumnya.

    Paparan virus Corona juga terjadi di Kementerian Perhubungan. Bahkan, menurut dia, ada beberapa anak buahnya yang wafat lantaran wabah itu. "Cukup sedih. Semoga arwah teman-teman kita menempati tempat di sisi Allah SWT."

    Bagi pegawai dan keluarga yang saat ini masih dalam perawatan medis karena terpapar covid-19, Budi Karya menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendoakan agar segera diberikan kepulihan seperti sedia kala.

    Ia berpesan kepada tenaga medis Kemenhub untuk merawat para pegawai itu dengan baik. "Tidak terbatas kepada nakes, marilah kita memberi support bagi mereka sahabat kita yang sedang terpapar, untuk memberikan dukungan agar imunitas meningkat dan segera sembuh," ujar dia.

    Menhub Budi Karya mengatakan salah satu penyebab naiknya kasus ini adalah karena masuknya varian delta di Indonesia. Jenis tersebut adalah varian virus corona yang saat ini sedang diwaspadai dunia dan menjadi penyebab di balik ledakan kasus infeksi yang terjadi di India beberapa waktu lalu.

    "Lonjakan sama terjadi di semua negara. WHO menyebut strain yang pertama kali dideteksi di India pada Desember 2020 kini menjadi strain yang mendominasi infeksi covid-19 di dunia karena signifikannya dalam hal kecepatan penularan," kata dia.

    Untuk itu, dia minta jajarannya saling mendoakan dan menguatkan, saling mendukung serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan agar dapat melewati ujian pandemi ini dengan baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.