Bangka Belitung Jadi Tuan Rumah Kongres Halal Internasional 2022

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Tegaskan Label dan Sertifikat Halal Tetap Diwajibkan dalam Importasi Hewan.

    Pemerintah Tegaskan Label dan Sertifikat Halal Tetap Diwajibkan dalam Importasi Hewan.

    TEMPO.CO, JakartaProvinsi Kepulauan Bangka Belitung terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres Halal Internasional 2022. Pemilihan lokasi ini telah ditetapkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). 

    "Kongres ini akan diadakan di Babel, karena provinsi ini memiliki komoditas unggulan dan enam sektor industri halal," kata Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim saat memimpin rapat persiapan Kongres Halal Internasional secara virtual di Pangkalpinang, Sabtu 26 Juni 2021.

    Lukmanul Hakim, yang juga sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI, menuturkan Bangka Belitung memiliki kawasan industri halal seperti delapan daerah yang telah mengajukannya dan diminta panitia dalam penyelenggaraan Kongres Halal Internasional ini mematuhi protokol kesehatan.

    "Untuk menjaga agar kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan maka, dari enam pembahasan sektor tersebut akan dipecah di dua tempat yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung," ujarnya.

    Kongres Halal Internasional menjadi ajang atau wadah memperkenalkan sekaligus mempromosikan enam sektor unggulan industri halal. Di antaranya meliputi makanan-minuman (termasuk komoditas pertanian), media halal, fesyen muslim, pariwisata-rekreasi halal, farmasi-kosmetik halal dan bank berbasis syariah di Indonesia khususnya Babel kepada masyarakat dunia.

    "Seperti arahan Wakil Presiden Republik Indonesia, Indonesia yang mayoritas muslim ini bisa menguasai perdagangan dunia. Selama ini Indonesia menduduki peringkat satu dalam sertifikasi halal, dan sudah diadopsi di beberapa negara, namun untuk industri halal Indonesia berada di nomor lima dunia," katanya.

    Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, terpilihnya Bangka Belitung sebagai tuan rumah ajang internasional itu harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu diperlukan kolaborasi semua pihak demi suksesnya acara.

    "Kita terus berupaya ingin mengembalikan ekonomi secara cepat dan tepat. Jangan sampai nanti kita tidak melakukan upaya apa-apa, malah daerah kita menjadi lebih buruk karena banyak kesempatan itu sudah diambil orang lain," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

    BACA: Sistem Jaminan Produk Halal, BPJPH Ungkap 5 Syarat yang Harus Dipenuhi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.