Penerbangan Lion Air dari Semarang ke Jakarta Molor Hingga 9 Jam

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lion Air Airbus 330-900NEO. dok. Lion Air

    Lion Air Airbus 330-900NEO. dok. Lion Air

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT-505 tujuan Semarang - Jakarta mengalami delay atau tertunda hingga 9 jam. Semestinya pesawat berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang pukul 7 pagi dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pukul 8 pagi. Namun pesawat baru berangkat pukul 16.05 sore dan tiba di Jakarta satu jam kemudian.

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan penundaan jadwal penerbangan terjadi karena pesawat membutuhkan pemeriksaan tertentu. "Boeing 737-900ER registrasi PK-LFO yang akan dioperasikan, ketika menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan terdapat indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen tertentu pada pesawat perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 Juni 2021.

    Sebelum berangkat, kata Danang, Lion Air telah melaksanakan seluruh prosedur sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan pelaksanaan sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

    Penundaan tersebut membuat Lion Air mempersiapkan dan memberikan layanan kompensasi keterlambatan keberangkatan menurut ketentuan yang berlaku.

    Pesawat tersebut sedianya akan membawa tujuh awak serta 187 penumpang. Sebanyak 30 penumpang mengajukan perubahan jadwal keberangkatan dari pengembalian dana tiket. Sedangkan 22 penumpang lainnya belum melapor.

    Danang juga menyatakan Lion Air telah memfasilitasi sesuai permintaan penumpang apabila ada yang akan melakukan perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) atau mengajukan proses pengembalian dana tiket (refund). Sebabnya berdasarkan hasil pengecekan oleh teknisi, pengerjaan perbaikan pada komponen tertentu pesawat dimaksud membutuhkan waktu yang signifikan serta harus mendatangkan komponen pengganti (sparepart) dari Jakarta.

    Guna meminimalisir dampak yang timbul agar maskapai penerbangan lainnya tidak terganggu, Lion Air telah mengganti penerbangan JT-505 dengan menggunakan pesawat cadangan yang ada di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA). "Pesawat jenis Boeing 737-800NG registrasi PK-LKZ sudah menjalani pemeriksaan sebelum diterbangkan dan dinyatakan laik serta aman. Lion Air menerbangkan secara khusus tanpa penumpang bernomor terbang JT-5001 dari YIA menuju Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.