Luhut Resmikan Smelter Nikel di Pulau Obi Senilai USD 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 18 Juni 2021. Kegiatan yang bertajuk

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 18 Juni 2021. Kegiatan yang bertajuk "Kilau Digital Flobamora" itu diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata nasional yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan smelter nikel high pressure acid leaching atau HPAL di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Rabu, 23 Juni. Smelter ini dikembangkan PT Halmahera Persada Legend (HPL) dengan nilai investasi lebih dari US$ 1 miliar.

    “Diharapkan kawasan ini menjadi pusat pengembangan dan pusat pertumbuhan wilayah di Pulau Obi khususnya dan di Halmahera, serta Maluku Utara secara umum,” ujar Luhut dalam keterangannya, Rabu, 23 Juni.

    Sentra pengolahan bijih nikel HPAL berbasis teknologi hidrometalurgi ini akan mendorong percepatan hilirisasi mineral menuju industrialisasi berbasis baterai dan pengembangan kendaraan listrik. Luhut mengatakan Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan nikel serta cobalt yang cukup, didukung oleh mineral lainnya, seperti tembaga, alumunium, dan timah.

    Potensi ini mendukung daya saing Indonesia di sektor industri kendaraan listrik sebagai produsen baterai. Peningkatan permintaan kendaraan listrik dapat menaikkan permintaan baterai, terutama jenis nickel-cobalt-mangan atau NCM.

    ADVERTISEMENT

    Diprediksi pada 2030, permintaan kendaraan listrik meningkat mencapai 31,1 juta unit. Adapun di Indonesia, pemerintah menargetkan produksi kendaraan listrik dapat menembus 600 ribu unit roda empat dan 2,45 juta roda dua.

    Luhut melanjutkan, teknologi pengolahan untuk bijih nikel bisa melalui jalur pirometalurgi (RKEF) dan hidrometalurgi. Smelter HPAL akan banyak memanfaatkan bijih nikel dengan kadar yang lebih rendah, yang jumlahnya diklaim melimpah di Indonesia.

    Adapun proses HPAL dapat menghasilkan produk nikel kelas satu, yakni Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan turunannya berupa nikel sulfat (NiSO4) dan cobalt sulfat (CoSO4). Produk ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai yang memiliki nilai tambah lebih tinggi ketimbang produk yang dihasilkan dari jalur RKEF.

     “Untuk itu, kita perlu dukung dan terus didorong untuk terjadi peningkatan investasi agar ada penambahan  line produksi sehingga kita mendapat sebesar-besarnya manfaat dari proses produksi ini,” ujar Luhut.

    Luhut menyebut investari smelter ini akan mendorong pembukaan lapangan kerja. Pemerintah, kata dia, akan mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan.

    “Diperlukan fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja yang akan bekerja di industri smelter ini,” ujar Luhut.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.