Luhut Minta Investor Weda Bay Bangun Politeknik dan Perhatikan Aspek Lingkungan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Marves, Luhut Pandjaitan, menegaskan pada pihak Kereta Cepat Indonesia Cina untuk mempercepat penyelesaian konstruksi saat kunjungan kerja ke proyek pengerjaan jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) di area Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 12 April 2021. Padalarang rencananya akan dikembangkan jadi stasiun perhentian KCJB yang sudah memiliki akses rel kereta ke arah pusat Kota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Menko Marves, Luhut Pandjaitan, menegaskan pada pihak Kereta Cepat Indonesia Cina untuk mempercepat penyelesaian konstruksi saat kunjungan kerja ke proyek pengerjaan jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) di area Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 12 April 2021. Padalarang rencananya akan dikembangkan jadi stasiun perhentian KCJB yang sudah memiliki akses rel kereta ke arah pusat Kota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta investor PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, bisa membangun politeknik untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan setempat.

    "Saya minta juga IWIP membantu tingkatkan kualitas pendidikan di sini dengan membangun politeknik seperti di Morowali, sehingga nanti anak-anak lokal bisa menikmati pendidikan yang berkualitas," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021.

    Luhut menyampaikan permintaan tersebut saat mengunjungi IWIP, Halmahera Tengah, Selasa, 22 Juni 2021. Dalam kunjungan tersebut, Luhut didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, dan Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara.

    Menurut Luhut, kondisi kawasan industri yang terintegrasi di IWIP cocok untuk menjadi tempat praktik yang bagus bagi siswa politeknik."Jadi semua industri strategis seperti ini, nanti harus ada Poltek (Politeknik) yang khusus untuk menampung anak-anak di sekitar pabrik agar suatu ketika bisa menggantikan pegawai-pegawai asing di pabrik-pabrik ini," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Luhut menambahkan kurang tepat bila hanya menyalahkan masuknya tenaga asing ke sektor-sektor industri strategis tanpa mempelajari teknologi yang mereka miliki."Kita nggak boleh marah-marah karena nggak dapat tempat karena bagaimana juga teknologinya kita harus belajar juga. Jadi ada alih teknologi," imbuhnya.

    Luhut juga mengungkapkan dari pengamatannya selama kunjungan itu, sudah mulai ada tenaga kerja lokal yang bekerja di bagian teknis."Seperti kita lihat tadi di room control sudah banyak anak-anak kita. Ada yang dari jurusan matematika, pariwisata dan macam-macam. Tapi saya minta harus ada sekolah yang khusus agar bisa lebih bagus ke depan," tegasnya.

    Selain minta dibangun politeknik untuk masyarakat lokal, Luhut juga meminta kepada Vice President PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He untuk memperhatikan aspek lingkungan.

    "Saya minta juga kepada Kevin agar lingkungan dijaga sehingga lebih bersih, seperti air pengeluaran dari power plant PLTU agar diperiksa sehingga clean (bersih)," urainya.

    Tak ketinggalan, dia juga minta PT IWIP melakukan penanaman mangrove di sekitar kawasan seperti di Kawasan Industri Morowali."Saya minta juga pemda bisa terlibat dalam penanaman (mangrove) tersebut," pintanya.

    Terakhir, Luhut juga mengingatkan kepada PT IWIP untuk mengonsumsi kebutuhan industri dari pengusaha lokal."Saya kira investasi di sini akan terus meningkat dan rakyat di sini juga harus bisa menikmati," pungkasnya.

    IWIP merupakan kawasan industri berbasis logam yang merupakan patungan dari investor China yakni Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi. Selama 2,5 tahun sejak dilakukan peletakan batu pertama, investasi yang digelontorkan mereka mencapai kurang lebih 5 miliar dolar AS dan akan terus bertambah hingga 11 miliar dolar AS.

    Baca Juga: Di Hadapan Pengurus Apkasi, Luhut: Kalau Tak Punya Integritas, You're Nothing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.