Jangan Asal Gunting Kartu Kredit, Begini Cara Menutupnya Agar Tidak Rugi

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kartu kredit. Pixabay

    Ilustrasi kartu kredit. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kini menutup kartu kredit bukanlah hal yang sulit. Namun perlu jadi perhatian untuk menunaikan seluruh kewajiban sebelum benar-benar menutupnya. Tak cukup hanya menggunting kartu. Ada prosedur terstruktur yang telah disiapkan pihak penerbit kartu kredit. Tentunya tidak akan dipersulit apalagi digelabui pihak bank.

    Hal pertama yang mesti dilakukan adalah langsung mendatangi kantor resmi bank penerbit kartu kredit, atau alternatif lain hubungi call centernya. Lakukan konfirmasi serta alasan logis sehingga harus berhenti menggunakan kartu kredit. Jika tak sempat datang, cukup layangkan surat elektronik ke alamat email resmi bank. 

    Sekali lagi, jangan menganggap menggunting kartu tanpa konfirmasi ke pihak bank sudah cukup untuk menghentikan penggunaan kartu. Jika demikian, bisa-bisa pengguna akan ditagih terus iuran tahunan. 

    Kemudian lunasi sisa cicilan yang harus dibayar. Untuk mempersingkat waktu bayar cicilan secara penuh dan hindari pembayaran minimum. Pasalnya, memilih pembayaran minimum justru memperlambat ditambah lagi suku bunga yang harus dibayarkan malah bertambah besar per bulannya.

    Langkah selanjutnya, jangan sampai lupa membatalkan sistem pembayaran auto debet. Memang sistem pembayaran ini lebih praktis dibanding secara manual. Namun karena hendak menutup kartu, batalkan sistem pembayarannya agar tagihan pun berhenti. Prosesnya tidak harus ke bank, cukup menghubungi customer servicenya.

    Sebelum menutup kartu kredit, tak salah jika menghabiskan reward apa dahulu. Sebab bagi pengguna kartu kredit, tersedia hadiah tak terduga bisa diperoleh berdasarkan poin yang telah dikumpulkan, kemudian ditukarkan. Selagi kartu masih aktif tukarkan, karena ketika kartu kredit ditutup, otomatis poin untuk reward pun hangus.

    Yang tak kalah pentingnya, jangan libatkan orang ketiga saat hendak menutup kartu kredit, lakukan sendiri. Selain mempersulit prosesnya, orang ketiga bisa saja melakukan aksi kejahatan yang dapat merugikan pemilik kartu. Misalnya, menggunakan kartu kredit untuk kepentingan pribadi sebelum menyerahkannya kepada pihak penerbit kartu.

    Terakhir, amankan bukti tertulis, hal ini paling penting. Sebab dokumen adalah bukti bahwa kartu kredit telah tertutup dan semua sisa tagihan telah dilunasi. Artinya dokumen tersebut jadi pegangan jika pada bulan berikutnya masuk tagihan kartu kredit yang telah ditutup, pemilik kartu dapat melayangkan protes ke bank dengan membawa bukti-bukti tertulis penunjang.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Bagaimana Cara Reschedule Kartu Kredit, Begini Tahapannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.