PPKM Mikro Hari Pertama, Pendapatan Pedagang Berkurang Drastis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan bahan pokok dan sayur mayur di Pasar Tebet, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Wacana tersebut tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan bahan pokok dan sayur mayur di Pasar Tebet, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Wacana tersebut tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JAKARTA - Pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai hari ini Selasa 22 Juni 2021. Kebijakan ini membuat sejumlah pedagang resah karena menurunnya pendapatan harian.

    “Ya turun bisa sekitar 50 persen. Apalagi ditambah lagi musim hujan begini,” ujar Rafli Pegadang Sayuran di Pasar Kebayoran Lama pada Selasa 22 Juni 2021.

    Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa aktivitas di restoran, kafe, dan sejenisnya baik itu di pasar maupun mal hanya boleh terisi 25 persen dari total kapasitas.

    Airlangga menuturkan layanan pesan antar atau makanan yang dibawa pulang hanya bisa dilakukan sampai pukul 20.00 sesuai dengan jam operasi restoran.

    ADVERTISEMENT

    Hal tersebut juga senada dari Yanti Pegadang Buah. Ia mengeluh karena pendapatan berkurang drastis. “Turun drastis banget. Dari pendapatan sekitar sehari bisa 1 - 2 juta, sekarang cuman setengah pendapatan, ya 500 ribu,” kata Yanti.

    Berdasarkan pantauan, kondisi Pasar Kebayoran Lama sekitar pukul 17.00 WIB tak ramai. Apalagi sejak adanya PPKM Mikro , pasar tutup pukul 20.00 WIB. “Sepi dari siang hingga sore ini juga,” ujar Yanti.

    Ia juga mengatakan bahwa buah yang dijual menjadi busuk karena sepinya pembeli. “Biasanya 1 peti buah buat 1 hari, sekarang 1 hari bisa 3 hari. Banyak yang busuk juga jadi kita buang semua,” ujarnya.

    Para pedagang berharap agar corona ini cepat berlalu, kebijakan PPKM dicabut dan kembali seperti normal. Tak hanya itu, Yanti juga berharap agar warga mau divaksin. Terutama para pegadang pasar. “Ya banyak yang takut divaksin, kalo saya alhamdulillah sudah,” ujar Yanti.

    BACA: PPKM Mikro Diperketat, Pengusaha Minta Stimulus Diperpanjang hingga 2022

    SYAHARANI PUTRI | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.