Garuda Indonesia Klaim Telah Turunkan Biaya Sewa Pesawat Hingga 30 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Rapat tersebut membahas mengenai kinerja perusahaan Garuda Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Rapat tersebut membahas mengenai kinerja perusahaan Garuda Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Dony Oskaria mengatakan perseroan telah menurunkan harga sewa pesawat rata-rata sebesar 30 persen per bulan pada 2020. Hal itu dilakukan usai bernegosiasi dengan para lessor atau penyewa pesawat.

    "Kami melakukan proses negosiasi rata-rata turun 30 persen sehingga hari ini harga sewa kita sudah meet dengan pasar," kata Dony saat rapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 21 Juni 2021.

    Dia mencontohkan biaya sewa yang dibayarkan Garuda Indonesia sebelumnya US$ 1,5 juta per bulan. Hari ini perseroan hanya membayar US$ 900 ribu per bulan.

    "Artinya manajemen sudah menghemat kurang lebih tadi selama tahun 2020 kita sudah mengurangi total fix cost Garuda Indonesia US$ 30 juta per bulan," ujarnya.

    Dony menuturkan yang menjadi permasalahan keuangan secara konsolidasi Garuda Indonesia Grup, menanggung kerugian mencapai US$ 100 juta per bulan. Namun untuk maskapai Garuda Indonesia saja kerugian sebesar US$ 62 juta yang diakibatkan ada 142 pesawat yang wajib dibayarkan setiap bulannya. Padahal tidak hanya sedikit pesawat yang beroperasi di masa pandemi saat ini.

    "Jadi fix cost dengan total cost termasuk di dalamnya adalah leasing cost, MR cost juga ada maintenance yamg harus kami siapkan kurang lebih US$ 82 juta per bulan. Leasing cost kita hanya US$ 56 juta dari sebelumnya US$ 75 juta per bulan, jadi ada kurang lebih ada US$ 80 juta yang wajib kita bayar secara buku walaupun pada faktanya tidak kami bayar," kata Dony. 

    Pada kondisi pandemi saat ini, kata dia, Garuda Indonesia hanya membutuhkan 41 pesawat untuk beroperasi. Karena itu, dia berharap perseroan bisa mengembalikan 101 pesawat kepada lessor agar tidak membebani keuangan perseroan lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.