Laba PT Mustika Ratu Naik 54 Persen, Produk Kesehatan Banyak Diburu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mustika ratu bekerja sama dengan Tokopedia meluncurkan rangkaian produk terbarunya, Beauty Box Mustika Ratu Beauty Queen Series di Taman Sari Spa, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    Mustika ratu bekerja sama dengan Tokopedia meluncurkan rangkaian produk terbarunya, Beauty Box Mustika Ratu Beauty Queen Series di Taman Sari Spa, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten produk kecantikan dan jamu PT Mustika Ratu Tbk. melaporkan kenaikan kinerja keuangan pada kuartal I/2021. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, emiten dengan kode saham MRAT ini membukukan penjualan bersih senilai Rp 88,59 miliar atau naik 30,10 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 68,09 miliar.

    Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun terangkat sebesar 54,03 persen menjadi Rp 1,91 miliar dari sebelumnya Rp 1,24 miliar. Adapun, kenaikan permintaan disumbangkan oleh kenaikan sejumlah produk yang ditawarkan perseroan.

    Penjualan produk kesehatan meroket 104 persen, penjualan sektor kosmetik berbalik naik 43 persen, dan penjualan sektor perawatan diri tumbuh 3 persen. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengkonsumsi minuman herbal juga mengerek penjualan produk jamu perseroan sebesar 44 persen.

    Direktur Keuangan PT Mustika Ratu Jodi Andrea Suryokusumo optimistis transformasi yang dilakukan perseroan bakal mendorong keunggulan operasional produsen produk dengan merek Mustika Ratu tersebut.

    “Secara operasional, laba bersih tumbuh lebih dari 50 persen dikarenakan kenaikan penjualan sebesar dan penghematan di biaya operasional sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Jodi dalam keterangan resmi, Senin, 21 Juni 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.