Selebgram Maharani Kemala Beli Helikopter, Ini Regulasi Pengadaan Helikopter

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang naik taksi helikopter di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Rini K

    Penumpang naik taksi helikopter di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebgram sekaligus salah satu pendiri perusahaan kosmetik di Indonesia, Maharani Kemala baru saja membeli helikopter terbaru dari Kanada. Ia membeli helikopter tersebut untuk kebutuhan pariwisata yang ia bangun di Bali. Urban Air, itulah salah satu bisnis pariwisatanya di Bali yang memberikan pengalaman berwisata keliling Bali dari udara dengan helikopter.

    Maharani Kemala yang sering disapa Mama Rani ini dalam video YouTube-nya "Mami Minta helikopter Lagi, Emang Ajik Bisa Nolak???", ia menelepon perusahaan yang berada di Amerika dan ditandatangani langsung oleh suaminya, Ajik.

    Bagi masyarakat Indonesia yang ingin membeli helikopter dapat memperhatikan terlebih dahulu regulasi yang sudah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan. Regulasi tersebut terangkum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 82 Tahun 2004, tentang Prosedur Pengadaan Pesawat Terbang dan Helikopter.

    Dalam pasal 1 keputusan tersebut dituliskan bahwa pengadaan pesawat udara dan helikopter untuk kegiatan angkutan udara harus mengantongi izin atau mendapatkan izin dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

    Sedangkan yang dapat memilikinya mulai dari perusahaan angkutan udara, instansi pemerintahan, badan hukum, lembaga-lembaga tertentu, hingga warga negara Indonesia yang menyelenggarakan angkutan udara bukan niaga.

    Sedangkan permohonan persetujuan sesuai pasal 5 ayat 1 yang harus dipenuhi seperti, jenis dan spesifikasi pesawat terbang dan helikopter, rencana perawatan dan teknis operasi, kesiapan fasilitas dan sumberdaya manusia ketika mengoperasikan pesawat terbang dan helikopter tersebut.

    Tidak hanya itu, syarat lain yang juga harus dipenuhi yaitu, rencana pengoperasian pesawat terbang dan helikopter, riwayat pengoperasian dan kepemilikan sekurang-kurangnya tiga kali kepemilikan terakhir, Letter of Intent atau Memorandum of Understanding sewa atau pembelian pesawat terbang dan helikopter, serta data kegiatan angkutan udara dan penggunaan untuk penambahan kapasitas dan pengembangan rute.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Ingin Gunakan Taksi Helikopter ini Biaya yang Harus Anda Siapkan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.