KSEI Catat Investor Saham Tumbuh 41,82 Persen Per Akhir Mei 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 31 Mei 2021 mencatat single investor identification (SID) pasar modal mencapai 5.372.094 investor. Angka ini menunjukkan jumlah investor tumbuh 5,58 persen secara bulanan dari posisi 5.088.093 investor per akhir April 2021.

    Jika ditarik lebih jauh, per akhir Mei 2021 jumlah investor di pasar modal telah tumbuh 38,43 persen dari posisi akhir 2020 yang sebanyak 3.880.753 SID. Artinya, sepanjang 5 bulan pertama di tahun ini ada 1.491.341 investor baru yang masuk ke pasar modal Indonesia. 

    Sementara itu jika berdasarkan rincian, dari angka pertumbuhan per akhir Mei 2021 investor C-BEST atau investor saham tercatat sebanyak 2,40 juta investor, tumbuh 41,82 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 1,69 juta investor. Kemudian untuk investor S-INVEST atau investor reksa dana per akhir Mei 2021 tercatat sebanyak 4,69 juta investor.

    Jumlah investor instrumen investasi kolektif ini tumbuh paling tinggi yakni 47,87 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 3,17 juta investor. Jumlah investor surat berharga negara juga mengalami pertumbuhan meski tak setinggi kelompok investor lainnya. Per akhir Mei 2021, ada 528.423 investor SBN atau naik 14.78 persen dari posisi akhir 2020 yang sebanyak 460.372 investor.

    Sebagai informasi, total jumlah investor di pasar modal Indonesia memang lebih kecil dibandingkan angka kumulatif jika investor C-BEST, investor S-INVEST, dan investor surat berharga digabungkan. Setiap investor yang ada di pasar modal hanya akan mendapat 1 SID meski dia berinvestasi di berbagai aset pasar modal. S

    Angka total jumlah investor pasar modal sudah termasuk irisan investor yang masuk di beberapa aset berbeda. Pertumbuhan investor yang pesat sepanjang 2021 melanjutkan tren pertumbuhan investor baru yang positif beberapa tahun terakhir.  

    Tercatat, sepanjang 2020 lalu, jumlah investor pasar modal tumbuh 56,21 persen secara tahunan menjadi 3,88 juta investor dari posisi akhir 2019 yang sebanyak 2,48 juta investor. Adapun sebelumnya, jumlah investor per akhir 2019 tersebut juga mengalami pertumbuhan 53,41 persen dari posisi akhir 2018 yang sebanyak 1,61 juta investor.

    BACA: BEI: Rata-rata Nilai Transaksi Harian Meningkat 2,58 Persen Selama Sepekan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.