Munas Kadin 2021 Disebut Paling Ramai, Kadinda: Banyak Bumbu Demokrasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. wikipedia

    Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Banten Mulyadi Jayabaya mengatakan musyarawah nasional (munas) Kadin periode 2021 lebih ramai ketimbang munas-munas sebelumnya. Jayabaya menyebut banyak bumbu demokrasi menjelang pelaksanaan munas kali ini.

    “Dianggap banyak bumbu demokrasi. Memang baru kali ini pelaksanaan munas menjadi booming,” ujar Jayabaya saat ditemui di Hotel Sultan, Kamis malam, 17 Juni 2021.

    Dinamika Munas Kadin dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2021-2026 memanas dalam dua bulan belakangan. Gejolak kontestasi pemilihan pemimpin Kadin mencuat setelah adanya dugaan intervensi dari Badan Intelijen Negara atau BIN.

    Dua sumber Tempo yang masing-masing merupakan petinggi Kadin provinsi dan Kadin Indonesia menyebut telah berkali-kali memperoleh pesan dari anggota BIN. Pesan itu memuat desakan agar Kadin  mengundurkan jadwal munas hingga mempengaruhi dukungan ke salah satu calon. Sumber menunjukkan bukti-bukti pesan itu.

    Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, menampik ada intervensi lembaganya menjelang perhelatan lima tahunan Kadin. Wawan mengatakan BIN tidak mencampuri agenda internal kumpulan para pengusaha itu.

    “Dari BIN tidak ada perintah intervensi. Semua berjalan biasa,” kata Wawan, 27 Mei lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.