Ridwan Kamil Siapkan Jawa Barat Jadi Pusat Investasi ASEAN

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melepas ekspor 23 ton produk kelapa parut kering atau desiccated coconut ke Kosta Rika dalam acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melepas ekspor 23 ton produk kelapa parut kering atau desiccated coconut ke Kosta Rika dalam acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan daerahnya sebagai pusat investasi di ASEAN. Jawa Barat diperkirakan bakal menjadi provinsi tujuan investasi setelah perusahaan-perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Cina melakukan relokasi akibat pandemi Covid-19.

    “Kami siapkan jadi pusat investasi di ASEAN karena ada bedol desa investasi dari Cina,” ujar Ridwan alias Emil dalam webinar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis, 17 Juni 2021.

    Emil mengatakan tren investasi Jawa Barat bergerak ke jalur positif setelah sempat terkontraksi pada 2020. Pada kuartal I 2021, realisasi investasi di Jawa Barat tercatat mencapai Rp 37,14 triliun. Capaian ini menyumbang 16,9 persen total investasi yang masuk ke Indonesia.

    Ia melanjutkan, Jawa Barat sedang berbenah untuk mengubah orientasi kegiatan ekonominya pasca-Covid-19. Selain memperluas jaringan investasi, Jawa Barat akan mengambil peluang lainnya, seperti meningkatkan kedaulatan pangan dan infrastruktur medis.

    ADVERTISEMENT

    Jawa Barat sebagai tempat berbagai perusahaan farmasi, seperti PT Bio Farma (Persero), akan didorong menjadi pusat industri kesehatan. Selain itu, Jawa Barat berencana  meningkatkan kompetensinya di bidang manufaktur.

    Untuk menjawab tantangan global, Emil menyebut Jawa Barat bakal berfokus meningkatkan sektor digitalisasi dan mendorong tumbuhnya industri-industri 4.0. Di  tengah upaya mengembangkan kawasan industri, Emil mengatakan Jawa Barat akan berupaya mendukung berkurangnya emisi gas buang.

    Jawa Barat, kata dia, akan menggali potensi energi baru-terbarukan, seperti peningkatan ekonomi hijau lewat solar panel dan penggunaan mobil listrik. “Terakhir kami akan fokus ke ekonomi lokal atau regional. Kami tidak akan terlalu fokus ke ekonomi internasional,” ujarnya.

    Baca Juga: Ridwan Kamil Usul Libur Panjang Idul Adha Dihapus, Antisipasi Kasus Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.