Terkini Bisnis: Raibnya Dana Deposito Nasabah BNI hingga Informasi CPNS 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu siang hingga sore, 16 Juni 2021 dimulai dengan dugaan keterlibatan karyawan bank atas raibnya dana deposito nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI senilai Rp 20 miliar.

    Kemudian informasi tentang masalah kartu kredit pejabat PT Pertamina (Persero). Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKB Faisol Riza meminta Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak mengumbar masalah tersebut ke ranah publik.

    Berita lainnya adalah Kementerian PANRB menyatakan kebutuhan Calon Aparatur Sipil Negara (Calon ASN) tahun 2021 telah ditetapkan sebanyak 707.622 formasi. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut.

    1. Dana Rp 20 Miliar Raib di BNI, Nasabah Cerita Soal Bilyet Deposito Palsu

    ADVERTISEMENT

    Kasus dugaan raibnya dana deposito nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI senilai Rp 20 miliar ternyata tak lepas dari andil karyawan di bank pelat merah tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang kuasa hukum nasabah BNI, Rudi Kadiaman, pada Rabu, 16 Juni 2021.

    Rudi menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan dua nasabah BNI kantor cabang Peti Kemas Pelabuhan Makassar yakni seorang putra dan bapaknya masing-masing bernama Hendrik dan Heng Pao. Mereka mendepositokan uang yang jumlah persisnya sebesar Rp 20,1 miliar pada Desember 2019 itu setelah dijanjikan mendapat bunga 8,25 persen per bulan.

    Awalnya, mereka mentransfer uang dari rekeningnya di Bank Maspion ke BNI sebesar Rp 20,1 miliar dengan sistem Real Time Gross Settlement (RTGS). “Jadi, tak pernah bawa uang cash atau tunai,” kata Rudi ketika dihubungi.

    Uang itu kemudian ditempatkan dalam instrumen deposito dan penempatan dana tersebut tertulis di buku rekening. Kedua nasabah ini memiliki empat lembar bilyet yakni tiga bilyet milik Hendrik dan satu bilyet milik Heng Pao.

    Namun, masalah kemudian muncul ketika nasabah tak bisa mencairkan deposito tersebut pada 23 Maret 2021. Saat itu, Hendrik ingin mencairkan uang deposito untuk biaya pengobatan bapaknya, Heng Pao.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...