Simak Materi Tes Seleksi PPPK 2021, Ada 3 Jenis Kompetensi yang Diuji

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham dan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Kantor BKN Regional VII Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 1 September 2020. Pelaksanaan SKB CPNS formasi tahun 2019 itu mulai digelar 1 September hingga 15 September 2020 dengan total jumlah peserta sebanyak 10207 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham dan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Kantor BKN Regional VII Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 1 September 2020. Pelaksanaan SKB CPNS formasi tahun 2019 itu mulai digelar 1 September hingga 15 September 2020 dengan total jumlah peserta sebanyak 10207 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK 2021 akan segera dibuka dalam waktu dekat. Selain menyiapkan syarat untuk pendaftaran, pelamar juga harus menyiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi.

    Berikut tahapan seleksi sekaligus materi tes PPPK 2021 berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Permen PANRB Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional.

    Seleksi pengadaan PPPK terdiri dari dua tahapan yaitu seleksi administrasi dan seleksi kompetensi.

    1. Seleksia dministrasi

    Seleksi administrasi merupakan seleksi yang dilakukan untuk mencocokkan persyaratan administrasi dan kualifikasi dengan dokumen pelamar yang dilaksanakan oleh panitia seleksi instansi, dan hasilnya akan diumumkan secara terbuka melalui laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara atau SSCASN 2021 sscasn.bkn.go.id.

    Pelamaran yang tidak memenuhi persyaratan administrasi seperti dokumen, dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi. Sementara pelamar yang lulus kemudian mengikuti seleksi kompetensi.

    2. Seleksi kompetensi

    Seleksi kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian Kompetensi Manajerial, Kompetensi Teknis, dan Kompetensi Sosial Kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

    a. Kompetensi Teknis

    Seleksi kompetensi ini memuat materi Kompetensi Teknis yang bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap maupun perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.

    b. Kompetensi Manajerial

    Seleksi Kompetensi ini memuat materi Kompetensi Manajerial yang bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau perilaku dalam berorganisasi yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, dan pengambilan keputusan.

    c. Kompetensi Sosial Kultural

    Kompetensi ini memuat materi Kompetensi Sosial Kultural yang bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap maupun perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip.

    Nilai-nilai tersebut nantinya harus dipenuhi setiap PPPK untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi, dan jabatan yang memiliki kepekaan terhadap perbedaan budaya, kemampuan berhubungan sosial, kepekaan terhadap konflik dan juga empati.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Syarat Lengkap dan Ketentuan Umum Pendaftaran PPPK 2021, Usia Minimal 20 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)