BNI Tanggapi Kasus Deposito Nasabah Senilai Rp 20 Miliar yang Diduga Hilang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI angkat bicara menanggapi kasus dugaan uang tabungan warga Makassar senilai Rp 20 miliar yang hilang misterius.

    Manajemen bank pelat merah itu telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri. Pasalnya, peristiwa yang dikabarkan terjadi pada nasabah tabungan deposito tersebut tidak ada atau tidak tercatat dalam sistem BNI.

    “Peristiwa tersebut saat ini sedang dalam proses hukum. Kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom saat dihubungi Tempo di Jakarta, Senin 14 Juni 2021.

    Sebelumnya, kasus ini mencuat di sejumlah pemberitaan media nasional. Nasabah yang mengaku kehilangan dana adalah ayah dan anak yang telah menjadi nasabah sejak 2018 di Bank BNI Cabang Peti Kemas Pelabuhan Makassar.

    Uang ini rencananya digunakan untuk pengobatan sang ayah yang sedang sakit.
    Tapi, korban kemudian tidak bisa mencairkan uang mereka karena pihak bank menyebut bilyet deposito yang mereka miliki palsu.

    Lebih jauh, Mucharom menegaskan bahwa BNI sangat menjunjung tinggi komitmen untuk menjaga seluruh dana yang disimpan. Sehingga, kata dia, dana nasabah dijamin tersimpan aman.

    Mucharom pun menghimbau agar setiap nasabah dapat mengaktifkan BNI Mobile Banking. Sehingga dapat memeriksa kondisi rekeningnya setiap saat baik dana masuk maupun dana keluar, melakukan berbagai transaksi, dan sebagainya.

    SYAHARANI PUTRI | FAJAR PEBRIANTO 

    Baca: Bank Mandiri Tak Akan Ganti Dana Nasabah yang Hilang Rp 128 Juta, Apa Sebabnya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.