IHSG Ditutup di 6.080, Samuel Sekuritas: Saham Bank Melemah, Properti Melejit

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah di sesi kedua perdagangan hari ini, Senin, 14 Juni 2021, dan ditutup pada level 6.080. Level IHSG itu melemah 0,25 persen ketimbang penutupan kemarin di angka 6.095.

    Sepanjang perdagangan hari ini terpantau sebanyak 190 saham menguat, 317 saham melemah, dan 160 saham stagnan. Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia mencatat  nilai transaksi yang dibukukan per hari ini sebesar Rp 9,5 triliun adalah yang terendah sejak 24 Mei 2021 lalu.

    Nilai beli bersih investor asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp 308,2 miliar pada akhir sesi kedua hari ini. Sedangkan di pasar negosiasi, tercatat jual bersih asing sebesar Rp 25,6 miliar.

    Saham yang paling banyak dibeli asing di pasar reguler adalah BBRI (Rp 256,6 miliar), MDKA (Rp 86,4 miliar), dan BMRI (Rp 77,3 miliar). Sementara saham yang paling banyak dijual asing di pasar reguler: BBTN (Rp 37,9 miliar), MIKA (Rp 34,8 miliar), dan PGAS (Rp 25,2 miliar).

    ADVERTISEMENT

    Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau kembali menjadi indeks sektoral yang naik paling kencang pada perdagangan hari ini, dengan penguatan sebesar 11,8 persen. Berikutnya ada indeks sektor properti (IDXPROPERT) yang naik 2,3 persen dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) naik 0,2 persen.

    Sementara itu, indeks sektoral yang mengalami pelemahan paling dalam hari ini adalah indeks sektor industri (IDXINDUS) yang melemah 2,2 persen. Beberapa saham di sektor ini memang terpantau melemah cukup dalam di perdagangan hari ini, seperti AMFG turun 6,8 persen, BHIT turun 6,7 persen, MLIA turun 6,6 persen), dan saham pendatang baru LABA turun 6,1 persen.

    Begitu juga pergerakan saham-saham sektor perbankan terpantau kurang menggembirakan pada sesi pertama hari ini. Saham bank-bank terbesar keempat mayoritas melemah; BMRI stabil, BBCA turun 0,93 persen, dan BBNI turun 2,2 persen. Hanya BBRI yang menunjukkan pergerakan positif hari ini karena naik 1,6 persen.

    Tidak hanya bank-bank besar, harga saham bank-bank mini yang sempat melejit pekan lalu juga menunjukkan pergerakan yang negatif di sesi perdagangan hari ini. Beberapa di antaranya yaitu BBYB turun 3,78 persen, AGRO turun 2,64 persen, dan BACA turun 2,78 persen.

    Sebaliknya, saham-saham sektor properti malah melejit. Beberapa saham dari sektor ini menutup perdagangan hari ini dengan kenaikan yang cukup signifikan, seperti TRUE naik 34 persen, POLL naik 24,6 persen, URBN naik 10,71 persen, dan LPKR naik 10,6 persen.

    Bank Indonesia (BI) sebelumnya mengumumkan pada kuartal pertama tahun 2021 ini volume penjualan rumah tercatat meningkat 13,95 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Hal tersebut mengindikasikan mulai membaiknya segmen properti di Tanah Air.

    Adapun lima saham yang membukukan gainer terbesar hari ini adalah:

    • HDFA naik 35 persen ke Rp 216 per saham
    • BPTR naik 34,8 persen ke Rp 151 per saham
    • CANI naik 34,4 persen ke Rp 242 per saham
    • TRUE naik 34 persen ke Rp 244 per saham
    • LAND naik 25,9 persen ke Rp 136 per saham

    Sementara lima saham yang mencatat penurunan harga terbesar hari ini adalah: 

    • MSIN turun 8,9 persen ke Rp 173 per saham
    • DNAR turun 6,9 persen ke Rp 240 per saham
    • ASBI turun 6,9 persen ke Rp 348 per saham
    • BCAP turun 6,9 persen ke Rp 188 per saham
    • NFCX turun 6,9 persen ke Rp 4.980 per saham

    IHSG saat pembukaan perdagangan awal pekan, Senin, 14 Juni 2021, sebelumnya dinilai berpeluang menguat di kisaran resistance 6.120. Pada akhir pekan 11 Juni lalu, IHSG ditutup melemah di level 6.095.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: Harga Sahamnya Melejit 850 Persen, Begini Penjelasan Multipolar ke BEI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.