Menteri PUPR: Pintu Air Demangan Rampung Akhir 2021, Cegah Banjir Bengawan Solo

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan Pintu Air Demangan Baru berlokasi di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres,Jawa Tengah. Pintu air tersebut dirancang untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di Kali Pepe maupun Sungai Bengawan Solo.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan banjir yang terjadi di Kali Pepe pada 2020 disebabkan oleh umur Pintu Air Demangan. Pasalnya infrastruktur tersebut telah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda atau pada 1918.

    "Lokasi pembangunannya (Pintu Air Demangan Baru) pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo. Sehingga jika terjadi back water bisa cepat diatasi dan tidak mengakibatkan banjir di hilir Kali Pepe tersebut," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Basuki mencatat konstruksi Pintu Air Demangan Baru telah dilakukan sejak Oktober 2020. Menurutnya, konstruksi tersebut akan berakhir pada akhir tahun ini.

    ADVERTISEMENT

    Sejauh ini, perkembangan konstruksi Pintu Air Demangan Baru telah mencapai 68 persen. Adapun pemerintah pusat akan memasang lima pompa dan satu pompa cadangan pada pintu air tersebut.

    Pekerjaan pembangunan pintu air Demangan Baru dikerjakan dalam 2 tahap. Tahap 1 dikerjakan sejak tahun 2019 dan telah rampung. Pekerjaan konstruksi pada tahap 1 meliputi konstruksi struktur pintu, revetment, dan parapet.

    Infrastruktur tersebut telah menelan anggaran senilai Rp 41,7 miliar dan dikerjakan oleh PT. Duta Mas Indah dan PT. Bangkit Berkah Perkasa. Sementara itu, tahap 2 dikerjakan sejak tahun 2020 dengan pekerjaan berupa 3 buah pintu air yang masing-masing berukuran 2,5 meter, pompa utama 6 unit masing-masing berkapasitas 2,5 m3/detik, pompa lumpur 3 unit masing-masing berkapasitas 50 liter/detik, genset 4 unit (2 unit berkapasitas 1000 kVA dan 2 unit berkapasitas 80 kVA), rumah pompa, rumah jaga, dan rumah genset.

    Konstruksi tahap 2 tersebut dilakukan oleh kontraktor PT. Minarta Dutahutama dengan anggaran senilai Rp 71 miliar. Saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 68,6 persen dan ditargetkan akan selesai sesuai kontrak pada November 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.