Budiman Sudjatmiko: Teknologi Kapal Ikan di Bukit Algoritma Telan Biaya Rp 1,7 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • para inisiator dan investor Bukit Algoritma, berfoto bersama setelah pelaksanaan groundbreaking di Cikidang, Sukabumi. Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    para inisiator dan investor Bukit Algoritma, berfoto bersama setelah pelaksanaan groundbreaking di Cikidang, Sukabumi. Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Sukabumi - Ketua Pelaksana KSO PT Kiniku Bintang Raya Budiman Sudjatmiko menyatakan pusat pengembangan inovasi, teknologi dan industri 4.0 yang diberi nama Bukit Algoritma menempati lokasi yang strategis. 

    Dengan lokasinya yang berada di wilayah Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, serta dekat dengan Samudra Hindia, Bukit Algoritma disebut sangat tepat menjadi pusat riset sensor nelayan dan perikanan. Budiman menyebut, pembangunan ekosistem nelayan berbasis teknologi itu menelan biaya investasi hingga Rp 1,7 triliiun.

    “Di luar nilai investasi awal yang Rp 18 triliun, kini sudah masuk khusus investasi perikanan dan nelayan. Nilainya Rp 1,7 triliun, nilai itu akan kita gunakan untuk pembiayaan teknologi kapal pencari ikan dengan dilengkapi radar pencari atau sensor ikan,” kata Budiman di Cikidang, Rabu 9 Juni 2021.

    Budiman menjelaskan, pembangunan teknologi perkapalan untuk menunjang para nelayan dengan nilai Rp 1,7 triliun itu akan menyediakan 1,5 juta kapal yang kemudian diberikan kepada para nelayan.

    Artinya, menurut Budiman, Bukit Algoritma, tidak hanya tentang teknologi gadget dan sejenisnya. Tapi juga pengembangan teknologi untuk peningkatan ekonomi yang saat ini masih dengan cara manual. “Tidak hanya nelayan, petani juga kita bangunkan ekosistem teknologinya,” kata Budiman.

    Di Bukit Algoritma juga akan dibangun gedung-gedung untuk Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Budiman menyebut, Bukit Algoritma memberikan kesempatan dan peluang yang begitu besar kepada BUMDes. Sebab, menurut Budiman, kemajuan Teknologi akan sangat membantu cepat perkembangan desa.

    Lebih jauh, Budiman menjelaskan, nantinya akan dibangun tower BUMDes di Bukit Algoritma. "Ribuan BUMDes bisa melakukan riset dan pengembangan potensi wilayahnya baik untuk pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangannya. Bahkan jika Pemerintah Sukabumi mau, kita juga siapkan lahan untuk BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah)."

    Baca: Budiman Sudjatmiko Sebut Patung Soekarno Akan Didirikan di Bukit Algoritma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.