Beras dan Sembako Kena PPN, Pengamat Ingatkan Angka Kemiskinan Bakal Naik

Reporter

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berdialog dengan pedagang telur ayam saat peninjauan pasokan dan harga sembako di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 11 Mei 2021. Peninjauan tersebut bertujuan untuk mengecek ketersediaan sembako yang aman dan harganya relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah perlu mewaspadai lonjakan angka kemiskinan menyusul rencana otoritas fiskal mengenakan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bahan pokok atau sembako. Rencana pengenaan PPN untuk kebutuhan pokok itu diakomodasi dalam Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Risiko itu kian besar sejalan dengan dihapuskannya sejumlah program bantuan sosial untuk kebutuhan pokok pada tahun ini dan tahun depan.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menilai penerapan PPN untuk kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan bantuan sosial bakal meningkatkan angka kemiskinan. Pasalnya bahan makanan menyumbang 73,8 persen dari total komponen garis kemiskinan.

“Sensitivitas harga makanan ke jumlah orang miskin perlu dicermati. Daya beli bisa langsung turun dan kontraproduktif dengan upaya mengurangi angka kemiskinan selama pandemi,” kata dia, Selasa, 9 Juni 2021.

Menurutnya pengenaan PPN secara otomatis akan mengerek harga jual barang kebutuhan pokok. Adapun kelompok yang paling terdampak dari kebijakan ini adalah masyarakat miskin.

Bhima menambahkan, risiko lain yang juga perlu dicermati oleh pemerintah dalam menyusun kebijakan ini adalah adanya lonjakan inflasi kebutuhan pokok yang tidak terkendali. “Dampaknya berisiko meningkatkan inflasi kebutuhan pokok. Barang kebutuhan pokok yang sebelumnya dikecualikan dari objek PPN kemudian dikenakan PPN harga akan bertambah mahal,” ujarnya.

Menurutnya Bhima, jika pemerintah bersikeras melaksanakan kebijakan PPN yang baru, maka pertumbuhan ekonomi pada tahun depan diperkirakan berkisar 2 persen—3 persen di bawah asumsi APBN yakni di atas 5 persen. Jika terealisasi, kebijakan fiskal ini kontradiktif dengan target-target pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang dipatok ke level 9,2 persen pada akhir tahun ini.

Faktanya selama pandemi Covid-19 angka kemiskinan di Tanah Air melejit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin pada September 2020 mencapai 27,55 juta jiwa atau meningkat 2,76 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada periode September 2020, tingkat kemiskinan menjadi 10,19 persen atau meningkat 0,97 poin persentase (pp) dari 9,22 persen pada September 2019. Dampak pandemi mulai dirasakan pada kuartal I/2020 yaitu persentase penduduk miskin naik menjadi 9,78 persen atau naik 0,37 pp dibandingkan dengan Maret 2019.

Secara jumlah orang, penduduk miskin pada September 2020 sebanyak 27,55 juta orang, meningkat 2,76 juta orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun secara spasial, persentase penduduk miskin perdesaan per September 2020 naik menjadi 13,20 persen dari 12,6 persen pada September 2019.

Persentase penduduk miskin perkotaan mengalami kenaikan menjadi 7,88 persen dibandingkan dengan September 2019 yang hanya 6,56 persen. Hal ini sebagai akibat terjadinya penurunan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah.

Berdasarkan berkas rumusan RUU Ketentuan Umum Perpajakan, ada tiga opsi tarif untuk pengenaan PPN barang kebutuhan pokok ini. Pertama, diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen. Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni sebesar 5 persen, yang dilegalisasi melalui penerbitan Peraturan Pemerintah. Ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.






Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

1 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Polisi Lanjutkan Bagi-bagi Sembako buat Sopir Ojek Daring dan Sopir Angkot

5 hari lalu

Polisi Lanjutkan Bagi-bagi Sembako buat Sopir Ojek Daring dan Sopir Angkot

Polsek Pulogadung membagikan bantuan sembako bagi pengemudi ojek daring dan sopir angkot di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.


PKS Bandingkan Tingkat Kemiskinan Kota Depok dan Solo Setelah Disindir PDIP

7 hari lalu

PKS Bandingkan Tingkat Kemiskinan Kota Depok dan Solo Setelah Disindir PDIP

Juru Bicara PKS bandingkan tingkat kemiskinan Kota Depok dengan Kota Solo setelah disindir PDIP soal kritik kenaikan harga BBM.


Rembug Perempuan Bicara Jaring Aspirasi Warga untuk Kurangi Penduduk Miskin Jakarta

8 hari lalu

Rembug Perempuan Bicara Jaring Aspirasi Warga untuk Kurangi Penduduk Miskin Jakarta

SPRI berharap dana 2 persen dari DTU dapat digunakan untuk mengalirkan bansos kepada penduduk miskin Jakarta.


Kurangi Kemiskinan di Jakarta, SPRI Dorong Pemprov DKI Terapkan Program Keluarga Harapan Lokal

9 hari lalu

Kurangi Kemiskinan di Jakarta, SPRI Dorong Pemprov DKI Terapkan Program Keluarga Harapan Lokal

DPW SPRI DKI Jakarta juga meminta Pemprov DKI melakukan penghematan APBD DKI sebesar 2 persen untuk mengurangi kemiskinan.


Harga Beras Naik, Airlangga Ungkit Pengaruhnya ke Tingkat Kemiskinan di Desa Hingga 23 Persen

10 hari lalu

Harga Beras Naik, Airlangga Ungkit Pengaruhnya ke Tingkat Kemiskinan di Desa Hingga 23 Persen

Airlangga Hartarto menilai kenaikan harga beras tak bisa dianggap enteng karena komoditas tersebut paling mempengaruhi garis kemiskinan.


Polda Metro Jaya Bagikan 50 Ton Beras Bansos kepada Masyarakat

16 hari lalu

Polda Metro Jaya Bagikan 50 Ton Beras Bansos kepada Masyarakat

Sasaran penyaluran sembako Polda Metro Jaya ini adalah sopir angkot, ojek, Pedagang Kaki Lima (PKL), pemulungdan warga terdampak BBM naik.


Kenaikan Harga BBM, Satgas Pangan Kediri Pantau Harga Sembako

16 hari lalu

Kenaikan Harga BBM, Satgas Pangan Kediri Pantau Harga Sembako

Satgas Pangan Kediri menyimpulkan kenaikan harga berbagai komoditas masih normal.


Kala Polisi Ajak Mahasiswa Bagi-bagi Bansos Sembako Setelah Harga BBM Naik

16 hari lalu

Kala Polisi Ajak Mahasiswa Bagi-bagi Bansos Sembako Setelah Harga BBM Naik

Kemarin anggota polisi di wilayah Polda Metro serentak membagi-bagikan bansos sembako ke kalangan masyarakat kecil setelah harga BBM naik.


Hari Ini Polda Metro Secara Serentak Bagi-bagi Sembako ke Orang-orang di Jalan

16 hari lalu

Hari Ini Polda Metro Secara Serentak Bagi-bagi Sembako ke Orang-orang di Jalan

Bansos berisi paket sembako itu dibagikan anggota Polda Metro ke orang-orang yang ada di jalan seperti tukang parkir, ojek online sopir bajaj dan PKL