Cerita Mitra GoSend yang Protes ke Gojek: Kok Bisa-bisanya Mangkas Insentif Kami

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021. Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh dua startup raksasa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan GoTo diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan yang semakin efisien dan mempercepat penguatan bisnis di sektor UMKM. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021. Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh dua startup raksasa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan GoTo diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan yang semakin efisien dan mempercepat penguatan bisnis di sektor UMKM. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.COJakarta - Sejumlah driver atau mitra pengemudi layanan pengantaran barang, GoSend Sameday Delivery di Gojek, mengkritik kebijakan penyesuaian insentif yang dilakukan perusahaan. Para pengemudi ini keberatan dengan kebijakan tersebut dan kini sedang mogok kerja dengan cara off bid dari 8 sampai 10 Juni 2021.

    "Kok bisa-bisanya gitu mangkas insentif kami, loh yang narik bener-bener (kami)," kata Yulianto, perwakilan pengemudi GoSend Jabodetabek saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021.

    Tak hanya itu, para driver juga mengkritik program mitra teladan yang disiapkan perusahaan, lewat pemberian sejumlah hadiah. Bagi dia, penghargaan harus diberikan bagi driver yang menyelesaikan pengantaran dengan benar.

    Contohnya, mitra yang menyelesaikan pengantaran paket 15 sehari, maka dapat insentif Rp 100 ribu. "Harusnya kan nyari mitra teladan yang kayak gitu, kenapa ini malah mangkas insentif?" kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Polemik soal penyesuaian insentif ini bermula dari beredarnya rilis di media sosial soal aksi mogok mitra Gosend pada Selasa, 8 Juni 2021. Alasannya yaitu karena perubahan skema insentif disebut merugikan para mitra.

    Dalam rilis yang beredar, disebutkan bahwa insentif untuk 5 pengantaran sebesar Rp 10 ribu dan 15 pengantaran Rp 100 ribu. Lalu setelah penyesuaian jadi Rp 1000 per pengantaran untuk 1-9 pengantaran. Lalu Rp 2.500 per pengantaran ketika sampai 15 lebih.

    Gojek membenarkan ada penyesuaian insentif agar lebih banyak mitra Gosend yang mendapatkan insentif untuk setiap pengantaran paket. Tapi tidak ada keterangan, rincian insentif yang kini berlaku.

    "Kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut, sehingga semakin banyak mitra yang berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi," kata VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny saat dihubungi di Jakarta, Senin, 7 Juni 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.