Alasan Pemerintah Menggenjot Vaksinasi Covid-19 di Bali, Batam dan Bintan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja sektor pariwisata menjalani observasi usai disuntik vaksin COVID-19 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis, 20 Mei 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    Pekerja sektor pariwisata menjalani observasi usai disuntik vaksin COVID-19 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis, 20 Mei 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Tanjungpinang- Pemerintah Pusat terus mendorong vaksinasi Covid-19 di Bali, Batam, dan Bintan agar herd immunity di ketiga pulau tersebut dapat cepat terbentuk. Karena selain pariwisata, terutama Batam dan Bintan merupakan sentra Pekerja Migran Indonesia (PMI).

    "Kita berharap ketiga daerah ini dapat divaksinasi lebih awal, sehingga pemerintah dapat mendorong Travel Bubble di daerah tersebut. Kita juga mendorong Nusa Dua di Bali dan Lagoi di Bintan untuk dapat memiliki kesiapan seperti Phuket di Thailand,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Pelaksanaan Vaksinasi Di Bali, Batam Dan Bintan melalui video conference, Selasa, 8 Juni 2021.

    Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad yang mengikuti rapat dari Nongsa, Batam, melaporkan bahwa dari 1.476.091 penduduk di tujuh kabupaten/kota setempat, sampai hari ini telah divaksin sebanyak 15,8 persen. Vaksinasi dilaksanakan di 67 sentra vaksinasi.

    "Khusus Batam memiliki 21 sentra vaksinasi permanen dan Bintan memiliki 10. Di Batam vaksinasi sudah mencapai 15,6 persen sedangkan di Bintan 23,5 persen,” tutur Ansar.

    Ansar menyatakan Kepri memiliki total vaksin 75.910 vial, sedangkan sisa vaksin di batam 5213 vial, dan Bintan 2150 vial.

    Menurutnya karena kegiatan vaksinasi dilaksanakan secara masif. Sehingga ia memperkirakan dalam waktu satu minggu vaksinasi di Batam dan Bintan, stok vaksin akan segera habis dan diharapkan segera dikirim oleh Kementerian Kesehatan.

    "Sampai akhir Juni, Batam dan Bintan diperkirakan bisa mencapai vaksinasi masing-masing 50 persen. Kita juga sudah menambah tenaga vaksinator baru tidak hanya untuk vaksinasi umum, akan tetapi juga untuk persiapan vaksinasi gotong royong," ungkap Ansar.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif per Selasa, 8 Juni 2021 yang tersentuh program vaksinasi masih di bawah tiga persen.

    Adapun rencana tindak lanjut Kementerian Parekraf untuk mendorong vaksinasi adalah memprioritaskan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, Batam dan Bintan yang sangat terdampak kontraksi ekonominya.

    "Sesuai arahan presiden vaksinasi harus ditingkatkan secara holistik agar dua destinasi ini mencapai herd immunity untuk memulihkan ekonomi kreatif," kata Sandiaga.

    Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan Pemda Bali dan Kepri tidak perlu khawatir kebutuhan vaksin karena akan didistribusikan secara cepat.

    Untuk Kepri khususnya Batam dan Bintan kebutuhan-kebutuhan yang rencananya dalam satu minggu menyelesaikan targetnya akan segera dikirimkan."Alhamdulillah Kepri termasuk provinsi yang laju penyuntikannya cepat di Indonesia. Semangat ini akan mempercepat pemulihan di segala bidang,” ujar Oscar.

    Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, 3.300 Pelaku Parekraf Terima Vaksinasi Covid-19

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.